Banjarmasin - Haul ke-6 KH Ahmad Zuhdiannor atau lebih dikenal Guru Zuhdi akan digelar pada 14 Februari 2026 mendatang, bertepatan dengan 26–27 Syaban 1447 Hijriah. Berbagai persiapan mulai dilakukan.
Persiapan haul ini diawali dengan rapat koordinasi dengan dihadiri berbagai pihak terkait, mulai dari panitia pelaksana, jajaran Pemko Banjarmasin, hingga instansi vertikal yang berlangsung di Aula Kayuh Baimbai, Jumat (9/1/2026).
Fokus utama pembahasan mengenai kesiapan teknis guna mengantisipasi lonjakan jumlah jamaah yang diperkirakan hadir dalam jumlah besar.
Ketua Panitia Pelaksana Tabarruk (Majta), Muhammad Nidauddin menyampaikan bahwa sejauh ini persiapan panitia telah memasuki tahap yang cukup matang.
"Alhamdulillah, berdasarkan hasil rapat koordinasi hari ini, kesiapan panitia sudah di angka 80 sampai 90 persen. Tinggal penyempurnaan di beberapa sektor teknis,” kata Nidauddin usai rapat persiapan.
Dalam rapat tersebut, panitia bersama pemerintah membahas sejumlah hal krusial, mulai dari penyediaan kantong parkir jemaah, pengaturan lalu lintas, penerangan, hingga konsumsi. Seluruh aspek itu dinilai sangat vital mengingat estimasi jumlah jemaah yang akan hadir.
Sebagai bagian dari upaya memperlancar jalannya acara, panitia telah mempersiapkan sembilan posko layanan dan satu posko khusus untuk penyediaan kebutuhan air. Posko-posko ini akan ditempatkan di sejumlah lokasi strategis guna melayani berbagai kebutuhan para jamaah.
"Kami memprediksi jemaah yang datang bisa mencapai lebih dari 1 juta orang, berkaca dari haul tahun sebelumnya. Apalagi ini juga diperkuat oleh sinyal pemantauan dari Diskominfotik,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) mendukung penuh keberlangsungan Haul Guru Zuhdi. Tentunya sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.
"Sesuai komitmen Pak Wali Kota, Pemko Banjarmasin akan mendukung penuh pelaksanaan haul ini. Dukungan meliputi sektor kesehatan, keamanan, lalu lintas, hingga penyediaan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Ikhsan
Ikhsan menekankan bahwa rapat ini bersifat awal dan bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan panitia guna diselaraskan dengan kewenangan masing-masing instansi terkait.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang maksimal antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan pihak-pihak pendukung lainnya.
“Dari situ, kita bisa berkoordinasi lagi pada rapat berikutnya untuk melihat sejauh mana pemenuhan dan kesiapan bisa terbaca secara menyeluruh,” pungkasnya.
(Hamdiah)