Salah satu kondisi rumah warga yang terendam banjir cukup tinggi saat Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Neli Listriani meninjau langsung beberapa waktu lalu.
Banjarmasin - Banjir yang melanda Kota Banjarmasin saat ini cukup tinggi hingga banyak rumah warga Kota Banjarmasin yang terendam. Meski begitu, beberapa warga yang rumahnya terendam tak berniat untuk mengungsi. Malah memilih bertahan di rumahnya.
Seperti Fatimah, warga Karang Mekar yang mengaku sudah sebulan lebih ia dan keluarganya terjebak banjir karena kondisi rumahnya lebih rendah dibandingkan lainnya.
Ketinggian banjir yang mengenang rumahnya sudah hampir selutut orang dewasa. Bahkan jika air sedang pasang, maka ketinggian banjir bisa lebih tinggi lagi.
"Ya karena rumah saya lebih rendah jadi, saat banjir ya pasti paling terdampak dari pada yang lain," ungkap Fatimah, Jumat (9/1/2026).
Meski rumah sudah terendam banjir cukup dalam. Namun ia tidak berniat untuk mengungsi karena rumahnya memiliki lantai dua. Sehingga saat ini semua keluarga mengamankan diri di lantai atas rumahnya.
"Jadi untuk saat ini dilantai dua kami mengamankan diri karena masih bisa ditinggali," katanya.
Selama banjir lanjutnya, beberapa penyakit sangat rentan menyerang karena genangan air banjir yang tidak bersih.
Salah satunya penyakit kutu air yang tentunya sudah pasti dideritanya dan anggota keluarganya yang lain karena kaki yang terendam hampir setiap harinya.
Bahkan beberapa hari lalu, ia sempat mengalami diare selama dua hari. Namun syukurnya penyakit itu bisa sembuh setelah diberi obat.
"Kalau kutu air ini sudah tidak bisa diomongkan lagi. Tapi kalau diare itu beberapa hari lalu kena. Alhamdulillah sudah sembuh setelah minum obat rutin," tuturnya.
Hal senada juga diungkapkan Tika warga Pekapuran Raya yang memilih tetap tinggal di rumahnya, meski masih dalam kondisi banjir yang cukup tinggi.
"Masih ada tempat lebih tinggi untuk tidur. Jadi tidak kepikiran untuk mengungsi dulu," ucap Tika.
Saat pertama kali banjir rob melanda beberapa waktu lalu, ia sempat tak menyangka genangan air cukup tinggi hingga menyebabkan tempat tidur dan perabotan lainnya basah karena terendam.
"Tapi Alhamdulillah sempat mengamankan barang-barang seperti listrik karena takut kesetrum," imbuhnya.
Menurut Tika fenomena banjir kali ini memang hampir sama dengan kejadian 2021 lalu yang sampai melumpuhkan aktivitas masyarakat kota waktu itu.
"Hampir sama karena banjirnya cukup tinggi, tapi syukurnya kali ini hujan tidak terlalu sering hingga genangan air cepat surut," tuturnya.
(Hamdiah)