Kepala Disdik Banjarmasin, Ryan Utama meninjau kondisi SMPN 30 Banjarmasin yang terdampak banjir, Minggu (4/1/2026) malam.
Banjarmasin - Banjir yang melanda Kota Banjarmasin sekarang ini turut berdampak terhadap sejumlah sekolah. Hal itu menyebabkan beberapa sekolah memutuskan berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Salah satunya SMPN 30 Banjarmasin.
Kepala Sekolah SMPN 30 Banjarmasin, Faisal mengungkapkan keputusan ini diambil karena memang kondisi genangan banjir cukup tinggi hingga dikhawatirkan akan membahayakan peserta didik yang hadir ke sekolah.
"SMPN 30 Banjarmasin memang sangat terdampak bahkan sampai akses jalannya. Hal ini jadi pertimbangan kami memberlakukan PJJ di hari pertama masuk sekolah," ungkap Faisal usai mendampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin meninjau sekolahnya pada Minggu (4/1/2026) malam.
Keputusan ini menyusul adanya Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Disdik Kota Banjarmasin terkait penyesuaian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam kondisi banjir saat ini. Sehingga sekolah diberi fleksibelitas untuk sistem pembelajaran yang menyesuaikan dengan situasi darurat.
Selain itu, sebagian besar peserta didik yang bersekolah di SMPN 30 Banjarmasin bertempat tinggal di wilayah terdampak banjir paling parah. Sehingga langkah ini dirasa paling tepat diambil.
"Mayoritas siswa berasal dari Sungai Lulut, Sungai Bakung, kawasan Pramuka, hingga Jalan Siaga," katanya.
Kendati demikian, menurutnya kebijakan ini hanya berlaku pada peserta didik saja. Beda halnya dengan tenaga pendidik atau guru yang tetap diminta hadir ke sekolah, selagi kondisi tempat tinggal mereka memungkinkan dari banjir.
"Selama tidak terdampak di rumahnya, kita sarankan tetap hadir sesuai aturan kepegawaian. Namun, apabila guru tersebut juga menjadi korban banjir, tentu akan ada penyesuaian izin dan dispensasi," terangnya.
Adapun sistem PJJ akan dilaksanakan selama 3 hari ke depan, sembari terus memantau situasi dan kondisi sekolah. Apabila genangan banjir surut lebih cepat, kebijakan akan disesuaikan kembali.
(Hamdiah)