Kondisi banjir di SDN Pemurus Baru 3 Banjarmasin saat ditinjau Kepala Disdik Banjarmasin, Ryan Utama, Senin (5/1/2026).
Banjarmasin - Berkaca dari kejadian banjir 2021 lalu, sejumlah sekolah di Kota Banjarmasin langsung sigap amankan barang-barang dan berkas penting ke tempat lebih tinggi sebelum terkepung banjir rob.
Kepala SDN Sungai Lulut 3 Banjarmasin, Huda Ahmadi mengatakan bahwa antisipasi awal ini dilakukan bahkan sebelum libur sekolah karena sudah terlihat tanda-tanda air yang sudah mulai mengenang.
"Setelah bagi raport kami sempat beres-beres, mengamankan berkas, alat-alat, komputer dan listrik karena memang sudah terlihat dari genangan air semakin meninggi," ungkap Huda usai sekolahnya ditinjau langsung Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Senin (5/1/2026).
Menurut Huda, banjir rob ini memang sering melanda kawasan sekolah. Namun kali ini memang lebih tinggi dan durasi surutnya air lebih lama dari biasanya.
"Kalau dulu periodenya genangan lebih pendek dan cepat surut karena katanya di depan ada pengerukan sungai. Mungkin itu salah satu efeknya jadi cepat surut," kata Huda.
Kondisi ini membuat pihaknya memutuskan untuk menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sejak hari pertama masuk sekolah. Tentunya mengikuti arahan Surat Edaran (SE) terkait penyesuaian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama banjir.
"PJJ ini sampai Kamis depan dan kami masih terus memantau. Kalau cepat surut cepat juga kembali melaksanakan pembelajaran di kelas. Tapi kalau keadaan tetap seperti ini terpaksa tetap PJJ," terangnya.
Menurutnya penyesuaian ini juga berlaku pada tenaga pendidik yang ada di SDN Sungai Lulut 3 Banjarmasin. Mengingat akses menuju sekolah benar-benar terputus alias terkepung banjir cukup tinggi hingga sulit dilewati.
Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi SDN Pemurus Baru 3 Banjarmasin. Bahkan sudah terkepung banjir sebulan lebih.
Pasalnya, menurut Guru SDN Pemurus Baru 3 Banjarmasin, Rumiani, letak sekolah yang berada di titik rawan banjir paling parah setiap tahunnya.
Kondisi itu juga yang menjadi pertimbangan untuk penerapan PJJ sementara karena banjir juga tak hanya mengenangi halaman tapi sampai masuk ruang kelas.
"Ya paling parah airnya sudah memasuki ruang kelas," ungkap Rumiani.
Adapun perabotan dan alat-alat elektronik sekolah sudah diamankan sebelumnya. Mengingat sekolahnya merupakan langganan banjir tiap tahunnya hingga selalu siaga.
"Jadi perabotan dan alat-alat elektronik sudah kita amankan di ruang khusus yang lebih tinggi," kata Rumiani.
Mengingat kondisi banjir yang merendam sekolah sebulan lebih. Lantai sekolah tentunya berlumut dan licin hingga cukup berbahaya jika beraktivitas di sana.
"Sebelum masuk sekolah lagi nanti, rencananya akan kami sikat dan bersihkan dulu dalam beberapa hari agar tidak licin lagi," pungkasnya.
(Hamdiah)