Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin
Banjarmasin - Usai meninjau beberapa titik banjir terparah di Kota Banjarmasin. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin mengklaim penyebab banjir bukan hanya karena air pasang, kiriman ataupun sungai dangkal saja. Melainkan beralihnya fungsi sungai jadi permukiman.
Ambil contoh Jalan Gatot Subroto yang harusnya ada sungai. Namun kini keberadaan sungainya hilang tertutup bangunan besar yang diberdiri di sepanjangan kawasan tersebut.
"Saya lihat banyak bangunan yang menutup aliran sungai. Di situ ada jembatan dan bangunan, tapi mana sungainya," kata Yamin, Selasa (6/1/2026).
Dalam hal ini, Yamin meminta dinas terkait untuk memeriksa lagi apakah bangunan yang berdiri itu sudah ada izin dan sesuai aturan. Mengingat bangunan yang berdiri telah memakan sungai yang ada.
"Kalau tidak ada ya mohon maaf kita harus eksekusi karena itu menutup sungai dan sudah menyalahi aturan berdirinya bangunan," jelas Yamin.
Yamin menegaskan tidak segan mengugat pemilik bangunan apabila benar-benar menyalahi aturan yang seharusnya.
"Kalau benar-benar menyalahi dan tidak mau membongkar yang jelas kita gugat," tegasnya.
Selain itu, yang menyalahi aturan juga nampaknya terjadi pada perumahaan-perumahan di Kota Banjarmasin yang dulunya kawasan sungai. Namun beralih menjadi permukiman.
"Perumahan ini kenapa malah sungai yang dipindah. Bukan perumahannya yang menyesuaikan. Tentu ini perlu ditata lagi," tegas Yamin.
Sama halnya, permukiman yang berada dibantaran sungai yang tak jarang rumah yang dibangun lebih banyak memakan badan sungai.
"Saya mohon kerja samanya dari pemilik rumah di bantaran sungai yang sudah melewati badan sungai bisa membongkar rumahnya sendiri karena itu sudah menyalahi aturan," jelasnya.
Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarmasin terkait sungai, rumah yang dibangun di bantaran sungai yang tidak bersiring harus mundur 15 meter. Kemudian yang ada siringnya harus mundur 5 meter.
"Artinya selama ini sudah diberi kelonggaran bahwa boleh membangun rumah di bibir sungai tapi jangan sampai memakan sungai," tuturnya.
Di sisi lain, ia menyayangkan selama ini ada kesalahan dalam pembangunan permukiman di Kota Seribu Sungai hingga dampaknya baru terasa saat ini.
"Makanya saya berharap dukungan semua pihak. Jangan menjadi yang diuntungkan hingga lupa dampak negatif yang dirasakan seluruh masyarakat. Jadi tolong itu jadi perhatian dan kita jaga," tegasnya.
Adapun saat ini upaya yang dilakukan pemerintah kota untuk jangka panjang. Salah satunya normalisasi sungai yang dilakukan secara bertahap. Mengingat banyaknya jumlah sungai yang ada di Kota Banjarmasin.
"Tidak bisa langsung semua tentu penanganan banjir ini dilakukan bertahap," pungkasnya.
(Hamdiah)