Banjarmasin - Acara pernikahan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda dengan Maulana Masyur berlangsung hangat dan sederhana pada Senin (5/1/2026) pagi. Terlihat mahar yang diserahkan mempelai laki-laki senilai Rp. 100 ribu. Namun tentunya memiliki sarat makna.
Prosesi akad ini dihadiri langsung Bupati Banjar, Saidi Mansyur hingga Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin sebagai saksi.
Meski tidak mengundang banyak orang dan hanya dihadiri dari keluarga serta kerabat terdekat. Namun acara pernikahan keduanya ini ditayangkan secara live hingga bisa disaksikan seluruh masyarakat.
Momen sakral ini juga sempat dibagikan keduanya di media sosial masing-masing yang banjir akan ucapan selamat dan beragam komentar dari warga net.
Diketahui sebelumnya, kedekatan Ananda dengan politikus Maulana Mansyur yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Banjarbaru sendiri sudah sejak lama menjadi terhembus dan menjadi masyarakat.
Kedekatan mereka juga sering diabadikan melalui unggahan di media sosial. Di mana keduanya memperlihatkan momen-momen kebersamaan yang hangat.
Unggahan-unggahan tersebut kerap mengundang respons positif dari warganet, dengan banyak pengguna media sosial yang memberikan dukungan dan doa untuk pasangan ini.
Dalam beberapa kesempatan, Ananda sempat menolak memberikan pernyataan lebih lanjut mengenai hubungan keduanya, tetapi beberapa ungkapannya mencerminkan rasa kebahagiaan.
Belakangan, ia memberi klarifikasi dan membenarkan kabar pernikahan dengan Maulana Mansyur. Mengusung konsep sederhana, Ananda memastikan prosesi akad tidak akan melibatkan penyelenggaraan pesta besar ataupun undangan terbuka.
Terkait tanggal acara, meski menegaskan akan dilaksanakan pada 5 Januari 2026, Ananda memilih tidak banyak mengumumkan secara detail mengenai informasi lainnya. Ia bahkan bergurau bahwa publik dapat menemukan petunjuk mengenai hal tersebut melalui kolom komentar di media sosial.
Reaksi publik terhadap kabar ini sangat antusias. Salah satu ungkapan unik yang mencuat di kalangan warganet adalah julukan momen akad ini sebagai "hari patah hati" bagi banyak warga Banjarmasin, Banjarbaru, hingga Kabupaten Banjar.
(Hamdiah)