Kondisi banjir di Jalan Prona II
Banjarmasin - Jadi langganan banjir setiap tahunnya membuat warga Jalan Prona I dan II menilai Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin tak serius tangani banjir di kawasan tersebut.
Sebab banjir yang terjadi di kawasan itu cukup tinggi. Bahkan bisa mencapai di atas lutut orang dewasa saat air pasang, apalagi di sertai hujan.
Tak jarang, kondisi banjir yang merendam kawasan itu lebih lama surut jika dibandingkan wilayah lainnya yang juga mengalami banjir serupa.
Tentunya kondisi itu cukup berdampak pada warga sekitar karena bukan hanya soal tergenang hingga ketakutan hewan buas masuk ke dalam rumah. Namun banjir ini sudah hampir melumpuhkan ekonomi warga yang berusaha di kawasan tersebut.
Seperti Mama Rizal pemilik Toko Kelontongan di Jalan Prona II yang mengaku sejak pagi buka toko hingga siang ini. Baru satu orang yang beli di tempatnya.
"Baru ini ada yang beli, kalau banjir begini pasti sepi," ungkap Mama Rizal kepada jurnalis babuncu4news.com, Senin (8/12/2025).
Menurutnya meski sudah terbiasa dengan kondisi banjir. Namun tetap saja banjir ini membuat sedih terutama warga di kawasan tersebut. Pasalnya, banjir ini sudah berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat di sana.
"Karena banjir ini bukan soal tergenang saja, tapi bisa berdampak pada usaha seperti saya ini. Belum lagi bisa menimbulkan penyakit dari banjir ini," terangnya.
Semestinya banjir yang terjadi secara berulang di kawasan tersebut sudah diketahui pemerintah mengenai penyebab dan penanganannya seperti apa agar tidak terjadi kembali.
Kalaupun masih, tapi banjir yang terjadi tidak berlangsung lama dengan ketinggian yang sudah cukup meresahkan warga di sana.
"Sudah berganti Wali Kota ya tetap juga banjir disini, seperti tidak ada penanganan serius," ujarnya jengkel.
Sama halnya, Arbayah salah seorang warga di Jalan Prona II sekaligus pemilik warung nasi di kawasan itu mengaku saat banjir melanda pasti sepi dari pembeli.
"Orang juga males keluar kalau banjirnya sudah setinggi lutut ini. Makanya sepi," ungkap Arbayah.
Dagangannya yang laku hari pun lanjut Arbayah, tidak sampai balik modal karena saking sepinya dan tak banyak yang beli.
Padahal menurutnya, usaha warung ini merupakan salah satu mata pencarian untuk menambah kebutuhan di rumah.
"Sedih pokoknya, apalagi kalau sudah musim hujan ini pasti banjir karena sudah langganan disini," ujarnya.
Ia mengungkapkan sudah 30 tahun tinggal di kawasan ini. Namun kondisi banjir yang cukup tinggi dan genangan yang lambat surut baru terjadi dalam 10 tahun terakhir ini.
"Dulu sekali, hampir tak pernah tergenang banjir setinggi ini dan selama ini. Baru 10 tahun terakhir ini seperti ini, entah apa penyebabnya," bebernya.
Tentunya ia berharap Pemko Banjarmasin bisa mengatasi persoalan banjir di kawasan Jalan Prona sampai tuntas. Mengingat sudah terjadi bertahun-tahun dan masyarakat hanya bisa dipaksa terbiasa.
(Hamdiah)