Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mengakui kerusakan yang terjadi di ruas Jalan Tatah Belayung, Kecamatan Banjarmasin Selatan, sudah masuk kategori mengkhawatirkan. Namun, rencana perbaikan total masih belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Kartika Estaurina, menjelaskan bahwa hasil kajian teknis menunjukkan jalan sepanjang sekitar 1,7 kilometer tersebut mengalami kerusakan beragam, mulai dari retak ringan hingga kerusakan berat yang menembus struktur dasar.
“Perkiraan kebutuhan anggaran untuk penanganan menyeluruh mencapai sekitar Rp8 miliar berdasarkan Detail Engineering Design,” ucap Kartika, Sabtu (18/4/2026).
Kartika menilai, percepatan kerusakan dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas dan pertumbuhan permukiman di kawasan tersebut. Di sisi lain, kondisi geografis berupa tanah rawa yang lunak serta posisi jalan diapit sungai dan area persawahan membuat konstruksi jalan mudah mengalami penurunan.
Upaya perbaikan sebenarnya sudah diusulkan sejak tahun lalu melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD). Namun, belum seluruhnya mendapat persetujuan pendanaan. Tahun ini, ruas tersebut kembali diajukan, baik melalui skema IJD maupun APBD Perubahan.
“Kami terus mengupayakan agar bisa masuk prioritas, karena kondisi di lapangan memang mendesak,” jelasnya.
Meski demikian, keterbatasan waktu dalam pelaksanaan anggaran perubahan menjadi tantangan tersendiri. Apalagi, penanganan jalan di kawasan rawa memerlukan metode konstruksi khusus seperti pemasangan cerucuk untuk memperkuat struktur.
Sebagai langkah awal, Pemko memutuskan melakukan penanganan terbatas pada titik paling rusak sepanjang kurang lebih 400 meter di tahun 2026, dengan alokasi dana sekitar Rp1 miliar.
“Penanganan difokuskan pada bagian yang paling parah agar risiko bagi pengguna jalan bisa diminimalkan,” katanya.
Pekerjaan yang dilakukan tidak hanya sebatas pengaspalan, tetapi juga mencakup pembangunan siring guna menahan gerusan air dan menjaga kestabilan badan jalan.
Sementara itu, untuk mencegah kerusakan semakin meluas, Dinas PUPR tetap melakukan pemeliharaan rutin sambil menunggu kepastian dukungan anggaran yang lebih besar untuk penanganan menyeluruh.
(Hamdiah)