Trending

Jalan Rusak Bertahun-tahun, Warga Tatah Belayung Khawatirkan Keselamatan Pengguna Jalan

Banjarmasin - Keluhan warga di Jalan Tatah Belayung, Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan, kian memuncak. Kondisi jalan yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun kini dinilai membahayakan keselamatan, terutama bagi pengguna kendaraan roda dua.

Salah seorang warga, Misbah, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama tanpa penanganan serius dari pihak berwenang.

Misbah menyebutkan bahwa kondisi jalan yang bergelombang dan berlubang telah menjadi pemandangan sehari-hari selama kurang lebih tujuh tahun terakhir.

“Sudah lama sekali rusaknya, sekitar tujuh tahunan. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan berarti,” ucap Misbah, Sabtu (18/4/2026).

Menurutnya, bagian tengah jalan yang dipenuhi lubang menjadi titik paling rawan. Banyak pengendara yang kehilangan keseimbangan saat melintas, bahkan tak sedikit yang terjatuh hingga mengalami luka.

“Yang paling bahaya itu di tengah jalan, banyak lubang. Sering orang jatuh di situ,” katanya.

Tak hanya itu, posisi jalan yang berdekatan dengan aliran sungai turut meningkatkan risiko kecelakaan. Ada beberapa kejadian bahkan berujung pada pengendara yang tercebur ke sungai akibat kehilangan kendali.

“Saya sendiri pernah jatuh sampai ke sungai. Apalagi kalau malam, kondisinya gelap sekali,” ungkapnya.

Minimnya penerangan jalan umum juga menjadi sorotan. Lampu jalan disebut tidak berfungsi secara konsisten, bahkan di titik-titik yang paling rusak justru gelap total, sehingga memperbesar potensi kecelakaan pada malam hari.

“Lampunya kadang hidup, kadang mati. Yang rusak parah malah tidak ada penerangan,” tambahnya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki infrastruktur tersebut. Mereka menginginkan akses jalan yang aman dan layak, terlebih banyak anak sekolah yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

“Kami hanya ingin jalan ini diperbaiki supaya aman dilewati. Anak-anak sekolah juga lewat sini setiap hari,” akhirnya.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama