Trending

Wali Kota Soroti Penataan dan Sampah di Pasar Wadai Ramadan Banjarmasin

Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kembali menyoroti pengelolaan Festival Pasar Wadai Ramadan, khususnya terkait penataan kawasan dan pengelolaan sampah. 

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menegaskan kegiatan pasar kuliner tahunan tersebut tidak boleh hanya menitikberatkan pada keramaian ekonomi. Tetapi juga harus disertai pengelolaan yang tertib dan ramah lingkungan.

Yamin mengungkapkan telah menerima sejumlah masukan dari pedagang mengenai kondisi pengelolaan Pasar Wadai. Terutama penanganan sampah dan penataan tenant yang dinilai masih perlu diperbaiki.

Menurut Yamin, keluhan tersebut perlu segera ditindaklanjuti oleh penyelenggara kegiatan dan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin agar pengelolaan pasar lebih optimal.

“Beberapa pedagang menyampaikan keluhan terkait penataan dan pengelolaan sampah di Pasar Wadai. Kami berharap dinas terkait bisa segera berkoordinasi dengan penyelenggara agar penataan kawasan dan pengelolaan kebersihannya lebih baik,” ucap Yamin, Jumat (6/3/2026).

Pasar Wadai Ramadan sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu pusat kuliner musiman yang selalu dipadati pengunjung. Namun, tingginya aktivitas perdagangan dan kunjungan masyarakat juga berpotensi menimbulkan volume sampah yang cukup besar setiap harinya.

Maka dari itu, Pemko Banjarmasin menilai pengelolaan sampah tidak cukup hanya dengan pengangkutan ke tempat pembuangan. Proses pemilahan sampah sejak dari sumbernya dinilai menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak lingkungan.

Ia juga menegaskan bahwa para pedagang yang berjualan di Pasar Wadai difasilitasi oleh pemerintah tanpa dikenakan biaya sewa tenant. Meski demikian, pengelolaan kawasan pasar, termasuk kebersihan dan keamanan, tetap harus dilakukan secara profesional.

“Memang tenant di Pasar Wadai ini tidak dipungut biaya. Tapi kebersihan tetap harus menjadi perhatian bersama. Sampah harus dipilah antara organik dan nonorganik, kemudian dikelola dengan baik, bukan sekadar dipindahkan ke tempat lain,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa penanganan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Peran masyarakat dan berbagai pihak, termasuk anggota DPRD, dinilai penting untuk terus mengedukasi publik mengenai pentingnya mengurangi penggunaan plastik serta membiasakan pemilahan sampah.

“Masalah sampah ini tanggung jawab bersama. Kami berharap anggota DPRD juga ikut menyampaikan kepada masyarakat tentang pentingnya mengurangi sampah plastik dan mulai memilah sampah dari sumbernya,” katanya.

Ia menambahkan, upaya perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah membutuhkan edukasi yang berkelanjutan. Pesan mengenai pengurangan sampah dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan harus terus disampaikan dalam berbagai kesempatan.

Dengan penataan yang lebih rapi serta sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib, Pemko Banjarmasin berharap Pasar Wadai Ramadan tidak hanya menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Tetapi juga dapat menjadi contoh kegiatan publik yang tetap memperhatikan kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama