Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mulai mengakselerasi proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) definitif yang hingga kini masih diisi oleh pelaksana tugas.
Langkah ini ditegaskan oleh Plt Sekda Banjarmasin, Dolly Syahbana, yang menempatkan pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) sebagai prioritas utama.
Sejak mulai menjabat pada 26 Maret 2026 lalu, Dolly menyatakan dirinya tidak hanya menjalankan fungsi administratif pemerintahan, tetapi juga langsung mengarahkan perhatian pada tahapan awal lelang jabatan Sekda definitif.
Menurutnya, keberadaan Pansel menjadi kunci pembuka seluruh proses seleksi. “Pembentukan pansel ini tahap paling awal dan mendesak. Tanpa itu, tahapan berikutnya tidak bisa berjalan,” ucap Dolly, Sabtu (28/3/2026).
Dolly menjelaskan, struktur Pansel dirancang melibatkan unsur internal birokrasi serta kalangan akademisi. Formasinya fleksibel, bisa terdiri dari dua pejabat eselon IIa dan tiga akademisi, atau sebaliknya, guna menjaga independensi dan kualitas seleksi.
Meski menargetkan percepatan, ia mengakui proses pembentukan Pansel tidak bisa instan. Ia memperkirakan tahapan ini membutuhkan waktu lebih dari satu bulan sebelum seleksi terbuka benar-benar dimulai.
“Kita ingin cepat, tapi tetap harus sesuai aturan. Setelah pansel terbentuk, proses seleksi akan langsung kita jalankan,” kata Dolly.
Lebih lanjut, ia menilai pengisian jabatan Sekda definitif tidak boleh berlarut-larut. Posisi tersebut memiliki peran strategis sebagai penggerak utama koordinasi pemerintahan daerah.
“Kekosongan terlalu lama bisa berdampak pada efektivitas kebijakan dan pelayanan publik,” tegasnya.
Pemko Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk menjalankan proses lelang jabatan secara terbuka, transparan, dan profesional. Sekaligus memastikan hasil seleksi benar-benar menghadirkan figur terbaik bagi birokrasi kota.
(Hamdiah)