Banjarmasin - Jelang H-7 Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, fenomena jasa penukaran uang baru mulai menjamur di Kota Banjarmasin.
Terpantau pada Sabtu (14/3/2026) siang di sepanjang Jalan Lambung Mangkurat, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Para penyedia jasa tukar uang ini berjejer menghadang masyarakat yang ingin menukarkan uangnya.
Salah seorang penyedia jasa tukar uang, Rifani mengaku saat mendekati lebaran, maka makin banyak masyarakat yang mengunakan jasa ini. Meski jasa penukaran uang baru saat ini sudah menyentuh 20-25 persen.
"Tetap ramai meski jasa tukar uang sudah naik karena mendekati lebaran," ungkap Rifani.
Bahkan H-3 lebaran nanti, jasa penukaran uang baru ini bisa naik mencapai 30 persen. Seiring tingginya permintaan.
Menurut Rifani, selain karena bank konvensional sudah tutup mendekati lebaran. Penukaran uang di bank juga tidak mudah hingga banyak yang memilih mengunakan jasa penukaran uang baru ini.
"Ya mereka memilih tukar uang di sini karena males ribet di bank karena harus daftar. Belum lagi ngantri saat ngambil," tutur Rifani.
Jika dibandingkan tahun sebelum-sebelumnya, jasa penukaran ini memang melonjak tinggi. Hal itu karena sekarang mereka menukar uang di bank sudah mendapat potongan.
"Kalau dulu gratis. Sekarang ada potongannya ya karena permintaan uang baru ini sangat tinggi sekali dan kita nunggu 1 bulan baru ada. Makanya naik juga jasanya," ungkapnya yang sudah bergelut profesi ini selama 11 tahun.
Padahal dulunya, jasa penukaran uang ini hanya di kisaran 10-15 persen di hari biasa. Sedangkan saat mendekati lebaran biasanya hanya sampai 20 persen saja.
"Tahun ini juga permintaan uang baru ini tinggi sekali, lebih jauh dari tahun sebelumnya. Ya karena orang sekarang banyak yang mau berbagi," ujarnya.
Adapun uang pecahan paling banyak diburu masyarakat saat ini, seperti Rp 5 ribu dan Rp 10 ribu yang memang nominalnya kecil.
"Ya nominal itu paling banyak diburu karena dibagikan untuk anak-anak," akhirnya.
Sementara itu, Rusdi salah seorang warga yang menggunakan jasa penukaran uang mengaku tidak ingin ribet tukar uang di bank hingga memilih jasa ini.
Menurut Rusdi meski jasa penukaran uang ini cukup mahal. Namun ia tak mempermasalahkan karena memang perlu jasa tersebut.
"Ya bagi-bagi rejeki saja, karena tukar uang di bank ribet kita pengen yang praktis-praktis saja," akhirnya.
(Hamdiah)