Banjarmasin – Suasana dini hari di Kota Banjarmasin pada Sabtu (14/03/2026) tidak hanya diisi aktivitas para pengemudi ojek online yang biasanya berburu order. Sekitar pukul 03.00 WITA, ratusan pengemudi justru berkumpul dalam momen kebersamaan sahur yang digelar Pemerintah Kota Banjarmasin. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog antara pemerintah dan para pekerja jalanan yang setiap hari menyaksikan langsung dinamika kota.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin hadir langsung bersama Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani. Hadir pula perwakilan Gubernur Kalimantan Selatan serta sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin. Kehadiran para pengemudi ojek online dari berbagai komunitas terlihat begitu antusias, menciptakan suasana keakraban yang hangat dalam momentum sahur bersama tersebut.
Selain makan sahur bersama, kegiatan juga diisi dengan tausyiah serta lantunan shalawat yang dipimpin oleh Ustad H. Ahmad Mubarak. Nuansa religius tersebut menambah kekhidmatan acara, sekaligus menjadi pengingat tentang pentingnya kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banjarmasin menegaskan bahwa para pengemudi ojek online memiliki peranan penting dalam kehidupan kota. “Saudara-saudara bekerja sejak pagi hingga malam, bahkan hingga dini hari, menghadapi berbagai tantangan di jalan demi keluarga dan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu saya, atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pengemudi ojek online yang telah menjadi bagian penting dari pergerakan ekonomi kota ini,” ujarnya.
Menurut Yamin, mobilitas tinggi para pengemudi membuat mereka menjadi pihak yang paling sering menyaksikan kondisi kota secara langsung. Oleh karena itu, pemerintah memandang para pengemudi ojek online sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi mengenai kondisi lingkungan, termasuk persoalan kebersihan yang masih menjadi tantangan di Banjarmasin.
Ia pun secara terbuka mengajak para pengemudi untuk bersama-sama terlibat dalam gerakan mengatasi persoalan sampah. “Masalah sampah tidak bisa diselesaikan pemerintah sendirian. Kita harus bersama-sama melawan persoalan ini. Teman-teman ojol setiap hari berada di jalan, melihat langsung kondisi kota. Jika ada persoalan kebersihan atau lingkungan, sampaikan kepada pemerintah. Insyaallah akan kami tindak lanjuti dan evaluasi,” tegasnya.
Ajakan tersebut juga dibarengi dengan penguatan gerakan pilah sampah dari sumbernya. Pemerintah berharap para pengemudi ojek online dapat menjadi penyampai pesan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan kota. Di sisi lain, kegiatan sahur bersama tersebut juga diisi dengan penyerahan bingkisan kepada para pengemudi sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka yang tetap beroperasi bahkan hingga dini hari.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa kekuatan jaringan para pengemudi ojek online dapat menjadi potensi besar dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan perubahan tersebut.
Menutup kegiatan, Yamin menyampaikan harapannya agar momentum Ramadan menjadi penguat solidaritas antara pemerintah dan masyarakat. Ia juga mengakui bahwa masih ada berbagai kekurangan dalam pelayanan pemerintah, namun berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan.
“Kami memohon maaf apabila selama ini masih banyak kekurangan dari pemerintah. Insyaallah kami akan terus berbenah. Dengan kebersamaan seperti ini, mudah-mudahan ekonomi masyarakat semakin baik dan Kota Banjarmasin semakin bersih, nyaman, dan sejahtera,” pungkasnya.
(Tim Peliputan)