Banjarmasin - Guna menciptakan kebiasaan gotong royong dengan aksi bersih-bersih sungai. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota mengenai ajakan tersebut.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyebutkan ajakan gotong royong bersih-bersih merupakan bagian dari Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 serta bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
"Di momentum HPSN ini saya ingin mengajak masyarakat terutama para ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk lakukan gotong royong bersih-bersih sungai. Contohnya Sungai di Jalan Ahmad Yani ini," ungkap Yamin usai turun langsung melakukan giat gotong royong bersih-bersih sungai di sepanjang alan Ahmad Yani, Sabtu (14/2/2026).
Yamin memastikan kegiatan ini tidak terhenti disini saja, tapi dilanjutkan pada sungai-sungai lainnya agar aliran sungai bisa saling terintegrasi.
Dalam aksi kegiatan ini, Yamin juga sempat menyoroti ada beberapa jembatan di sepanjang Jalan Ahmad Yani yang menyalahi aturan hingga menutup aliran sungai di bawahnya.
Selain itu, ia juga menyayangkan sisa-sisa material proyek fisik yang tidak dibersihkan dan ditinggalkan begitu saja seperti sampah.
"Harusnya diangkut, jangan dibiarkan. Contohnya pembuatan jembatan itu ada sisa-sisa kayu galam tertinggal. Ya ini jadi bahan evaluasi pemerintah kepada kontaktor agar membersihkan sisa-sisa material karena itu akan jadi sampah yang mungkin bisa membuat sungai jadi dangkal," terangnya.
Ia menegaskan bahwa saat ini, Pemko Banjarmasin akan terus fokus lakukan upaya pengendalian banjir melalui pembersihan dan normalisasi sungai.
Di samping untuk kembali menghidupkan budaya sungai di Kota Banjarmasin yang sudah mulai terkikis di era sekarang ini.
"Sungai ini merupakan sumber kehidupan masa depan untuk masyarakat Kota Banjarmasin itu sendiri," pungkasnya.
(Hamdiah)