Banjarmasin - Volume sampah di Kota Banjarmasin mengalami peningkatan pasca banjir jika dibandingkan biasanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love mengungkapkan meningkatnya volume sampah dikarenakan sampah-sampah yang selama ini berada bawah kolong rumah warga mengapung di jalanan hingga setelah banjir warga membersihkan.
"Jadi sampah yang dibuang warga itu tidak hanya sampah rumah tangga, tapi bisa juga karena sampah-sampah kolong rumah mereka yang keluar karena banjir lalu diambil lalu dibuang ke TPS," ungkap Alive, Rabu (14/1/2026).
Kondisi ini juga lanjut Alive, membuat beberapa titik TPS penuh dengan sampah hingga menjadi konsentrasi pengangkutan petugas kebersihan atau paman gerobak.
Adapun tiga titik TPS yang jadi perhatian itu berada di kawasan Jalan HKSN, Jalan Banua Anyar dan Jalan Veteran.
"Tiga titik ini memang agak krusial dan berada cukup tinggi. Jadi saat banjir mereka membuang sampah di tempat lebih tinggi seperti tiga titik tadi," terang Alive.
Ia juga mengapresiasi inisiatif dari paman gerobak sampah yang mengangkutnya di tempat lebih tinggi saat banjir hingga sampah tak berserakan terbawa genangan air.
Meski menurutnya hal ini cukup membuat DLH Kota Banjarmasin sedikit kesulitan karena banyaknya sampah yang menumpuk.
"Tapi tidak papa, mudah-mudahan dalam beberapa hari ini bisa teratasi seiring mulai surutnya banjir," ujarnya.
Selain itu, menurutnya pemicu lain meningkatnya volume sampah karena saat ini sudah masuk musim buah. Maka tak heran sampah kulit buah banyak ditemui.
(Hamdiah)