Tes urine dadakan terhadap ASN Pemko Banjarmasin usai UPACARA HUT KORPRI dipantau langsung Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin di Aula Kayuh Baimbai, Senin (12/11/2025).
Banjarmasin - Secara dadakan tes urine dilakukan pada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin usai mengikuti Upacara HUT KORPRI ke-54 tahun pada Senin (1/12/2025) pagi.
Kegiatan mendadak ini membuat suasana mencekam karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Mau tidak mau, para pejabat eselon II ikut menjalani tes narkoba yang dilaksanakan di BNN Kota Banjarmasin yang berlangsung Aula Kayuh Baimbai.
Yamin menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya keras Pemko Banjarmasin untuk memastikan semua aparatur bersih dari penyalahgunaan narkotika.
Sebab orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu, tidak ingin ada pegawai yang merusak reputasi instansi hanya karena terlibat dalam penggunaan obat-obatan terlarang tersebut.
"Karena itu merusak pelayanan publik dan tidak bisa ditoleransi,” tekan Yamin
Yamin menuturkan bahwa tes urine dilakukan secara acak dan tiba-tiba untuk menutup peluang bagi siapa pun yang berupaya menghindari pemeriksaan.
"Makanya kita lakukan dadakan. Jangan sampai ada ASN yang berperilaku aneh-aneh karena narkotika,” ujarnya lagi.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, menyatakan bahwa kebijakan tersebut bukanlah langkah sesaat. Sesuai instruksi Wali Kota, tes urine secara acak akan terus dilaksanakan, mencakup tidak hanya ASN tetapi juga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Ikhsan menggarisbawahi komitmen pemerintah kota untuk tidak berkompromi. Semua pihak yang terbukti menggunakan narkotika akan langsung dikenai sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku, tanpa pengecualian.
"Kalau ada yang positif, maka langsung ditindak sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada kompromi,” tegasnya.
(Hamdiah)