Rumah pompa air di Sungai Belasung yang berada tepat di samping Kantor Balai Kota Banjarmasin.
Banjarmasin - Banjarmasin kembali mengalami banjir rob yang menggenangi hampir seluruh wilayah kota. Untuk mengurangi dampak genangan, Pemerintah Kota Banjarmasin resmi mengoperasikan Rumah Pompa Sungai Belasung yang berlokasi di kawasan Jalan RE Martadinata.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarimadiyah, mengatakan pengoperasian rumah pompa dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi pasang surut air laut.
“Pengoperasian pompa menyesuaikan kondisi pasang surut air yang terjadi saat ini,” kata Suri, Senin (12/1/2026).
Suri menjelaskan, Rumah Pompa Sungai Belasung memiliki peran penting dalam mengendalikan tinggi muka air di aliran Sungai Belasung hingga Sungai Tatas. Saat air pasang mencapai titik tertentu dan pintu air harus ditutup, pompa akan diaktifkan untuk mempercepat pembuangan air.
“Tujuannya agar air lebih cepat surut sehingga genangan tidak bertahan lama di kawasan permukiman,” ujar Suri.
Selain pengoperasian rumah pompa, Dinas PUPR juga terus melakukan pemantauan dan penanganan saluran drainase, terutama di titik-titik yang mengalami penyumbatan aliran air.
Diketahui, pembangunan Rumah Pompa Sungai Belasung menelan anggaran sekitar Rp5 miliar. Proyek tersebut semula ditargetkan selesai pada akhir 2024, namun mengalami keterlambatan akibat perubahan lokasi pembangunan, faktor cuaca, serta tingginya muka air sungai. Pembangunan akhirnya rampung pada Januari 2026.
Rumah Pompa Sungai Belasung menjadi rumah pompa pertama yang dimiliki Kota Banjarmasin. Ke depan, Pemerintah Kota berencana membangun fasilitas serupa di sejumlah kawasan rawan banjir lainnya, seperti Sungai Veteran, Sungai Bilu, dan Sungai Gardu.
(Hamdiah)