Trending

Efisiensi Anggaran Berdampak Honor Marbot hingga Ustadz Ustadzah di Banjarmasin

Ilustrasi marbot mesjid (istimewa)

Banjarmasin - Adanya efisiensi anggaran mulai memberikan dampak nyata bagi para penjaga masjid dan pendidik agama di Kota Banjarmasin khususnya.

Sebab Pemotongan anggaran hibah hingga separuh menyebabkan honor para marbot, ustadz dan ustadzah dipastikan tidak akan mencukupi untuk pembayaran penuh selama satu tahun pada 2026 mendatang.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kota Banjarmasin, Juli Khair tak memungkiri situasi ini dan menjelaskan bahwa pagu anggaran hibah yang tersedia memang sangat terbatas. 

"Jumlah marbot di kota kita mencapai 424 orang. Dengan pagu hibah yang ada saat ini, memang sudah jelas tidak mencukupi," Juli, Jumat (21/11/2025).

Juli memaparkan bahwa anggaran hibah yang awalnya sebesar Rp. 19 miliar kini dipangkas secara signifikan menjadi Rp. 9 miliar. 

Berdasarkan perhitungan ulang, dana tersebut hanya mampu membayar honor marbot serta ustaz dan ustazah selama tujuh bulan pada tahun anggaran 2026.

"Semula setiap individu menerima Rp400 ribu, dan pada tahun depan akan naik menjadi Rp500 ribu. Namun, dengan kondisi pagu saat ini, hibah tersebut hanya mampu diberikan hingga tujuh bulan saja," jelas Juli.

Skema pencairan tetap dijalankan setiap triwulan. Akan tetapi, tanpa adanya tambahan anggaran, pembayaran honor untuk triwulan terakhir hanya akan terealisasi pada Oktober, sekaligus menjadi pembayaran terakhir untuk tahun tersebut.

Meskipun situasi ini terlihat mengkhawatirkan, dirinya menegaskan bahwa upaya akan terus dilakukan. 

"Biasanya, dalam perubahan anggaran bisa diusulkan kembali. Kami akan tetap berupaya agar pendanaan bagi para marbot dan pengajar agama bisa optimal," pungkasnya.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama