Trending

Pemko Banjarmasin Luncurkan Gerakan Sekolah Ramah Anak dan Bebas Kekerasan di Momentum Hardiknas


Banjarmasin – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memanfaatkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 untuk memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Program tersebut resmi dicanangkan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, sebagai bagian dari upaya membangun sekolah yang lebih ramah bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan gerakan sekolah aman itu menitikberatkan pada penerapan nilai toleransi, anti diskriminasi, serta pencegahan segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.

Menurut Ryan, suasana belajar yang sehat akan membuat guru lebih fokus mengajar dan siswa dapat menuntut ilmu tanpa tekanan maupun rasa takut.

“Program ini sudah disiapkan secara matang. Mulai dari petunjuk teknis pelaksanaan, sistem evaluasi, sampai pembentukan tim pendamping yang akan memastikan kebijakan berjalan di seluruh sekolah,” ucap, Senin (4/5/2026) kemarin.

Sebagai bentuk keseriusan, peluncuran program tersebut juga dibarengi penandatanganan nota kesepahaman bersama sejumlah pihak. Selain Wali Kota, kegiatan itu turut melibatkan Ketua TP PKK Kota Banjarmasin dan para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Seluruh sekolah di bawah kewenangan Pemkot Banjarmasin diwajibkan menjalankan kebijakan tersebut sesuai indikator yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai peran PKK yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dapat membantu memastikan anak-anak tetap bersekolah sekaligus memperoleh lingkungan belajar yang aman.

“Ini sejalan dengan program wajib belajar 13 tahun. Bukan hanya memastikan anak masuk sekolah, tetapi juga menjamin mereka tumbuh di lingkungan pendidikan yang sehat dan nyaman,” katanya.

Melalui kerja sama lintas sektor itu, Pemko Banjarmasin berharap sekolah menjadi ruang yang inklusif, mendukung pembentukan karakter, serta memberi rasa aman bagi seluruh peserta didik.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama