Banjarmasin - Jelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, permintaan sapi kurban di Kota Banjarmasin terpantau menurun dari biasanya. Pemicunya mengarah pada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang resmi ditetapkan beberapa waktu lalu.
Terlebih, kebanyakan sapi kurban yang disiapkan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin berasal dari luar daerah seperti Mandura, Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui jalur laut.
"Selain itu, mungkin nanti saat pengiriman itu durasinya bertambah lama karena kapal diisi sampai penuh dulu baru dikirim mengingat harga BBM naik tadi. Supaya lebih efesien," Yuliansyah, Rabu (29/4/2026).
Kondisi tersebut lanjut Yuliansyah, sangat mungkin akan berdampak pada harga sapi kurban yang diprediksi mengalami kenaikan. Hingga pada akhirnya menyebabkan daya beli di masyarakat berkurang.
Namun menurut Yuliansyah, penurunan permintaan sapi kurban masih belum bisa disimpulkan karena akan terlihat saat jelang H-7 Idul Adha.
"Dari hasil pantauan, memang saat ini mengalami penurunan permintaan. Tapi ini masih belum bisa dipastikan lagi, mungkin saja H-2 langsung banyak permintaan misalnya," tuturnya.
Namun jika berkaca tahun 2025 lalu, Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih mendatangkan sapi kurban hingga 3.749 ekor. Sedangkan kambing itu sebanyak 466 ekor.
"Tahun 2025 itu permintaan sapi lebih meningkat dibandingkan 2024. Sedangkan tahun ini kemungkinan arahnya menurun, terlihat dari fenomena di tengah masyarakat saat ini serba naik dan permintaan masih sedikit," terangnya.
Berbeda dengan daging sapi potong lanjutnya, hingga saat belum menunjukkan penurunan permintaan dan masih stabil seperti hari biasa sebelum adanya kenaikan BBM.
"Kalau daging potong masih seperti biasa tidak turun. Jadi setiap potong itu selalu 8 ekor. Artinya permintaan daging masih stabil," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan Kota Banjarmasin sendiri selama ini menyediakan ketersediaan sapi kurban bukan hanya untuk warga kota. Namun kabupaten/kota lainnya.
"Banjarmasin ini jalur sapi kurban dimana nantinya keperluan ini akan didistribusikan lagi ke daerah lain seperti Barito Kuala, Kabupaten Banjar bahkan sampai di Kalimantan Tengah (Kalteng)," pungkasnya.
Hamdiah