Trending

Festival Musik Sampah Hidupkan Teluk Kelayan, Pemko Banjarmasin Gaungkan Kreativitas dari Barang Bekas

Banjarmasin - Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Kelayan dipenuhi semangat kreatif melalui gelaran Festival Musik Sampah yang berlangsung selama tiga hari. Suara dentuman irama dari alat musik berbahan barang bekas menjadi daya tarik utama dalam kegiatan yang memadukan seni, edukasi, dan kepedulian lingkungan.

Festival tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bersama Kementerian Kebudayaan dengan dukungan LPDP. Selain menjadi hiburan bagi warga, kegiatan ini juga diarahkan sebagai kampanye perubahan pola pikir masyarakat terhadap sampah.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan kegiatan itu membawa pesan bahwa barang bekas masih memiliki nilai guna apabila diolah secara kreatif.

“Festival ini merupakan bentuk kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan. Ada keterlibatan akademisi, dosen, dan mahasiswa bidang seni yang berkolaborasi bersama pemerintah kota,” ucap Sabil, Jumat (8/6/2026).

Menurut Sabil, selama ini sampah sering dianggap sebagai barang tak berguna dan langsung dibuang. Melalui festival tersebut, masyarakat diajak melihat sisi lain bahwa limbah rumah tangga maupun barang bekas dapat diubah menjadi karya seni, termasuk alat musik.

“Pesan yang ingin kami sampaikan, sampah bukan sekadar barang buangan. Jika dikelola dengan kreativitas, sampah bisa menjadi sesuatu yang bernilai,” tegas Sabil.

Sabil menambahkan, kegiatan ini juga menjadi langkah mengaktifkan kembali kawasan Teluk Kelayan sebagai ruang publik yang produktif dan ramah masyarakat. Selama ini, area tersebut dinilai belum dimanfaatkan maksimal sebagai pusat aktivitas seni dan budaya.

“Harapannya taman ini kembali hidup, ramai dengan kegiatan positif, sekaligus menjadi tempat edukasi bagi anak-anak agar terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan memahami pentingnya pengelolaan sampah,” katanya.

Festival Musik Sampah menghadirkan pertunjukan kolaboratif antara seniman lokal dan akademisi, pameran karya dari bahan daur ulang, serta edukasi pengolahan sampah yang dikemas menarik agar lebih dekat dengan generasi muda.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama