Banjarmasin - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Banjarmasin resmi dimulai. Sekitar 8.000 peserta terlibat dalam ujian yang digelar bertahap selama 10 hari ke depan tersebut.
Program ini dirancang bukan sekadar mengukur capaian belajar, melainkan untuk memetakan kemampuan dasar siswa, khususnya di bidang literasi dan numerasi, yang menjadi fondasi utama pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menyampaikan bahwa hari pertama pelaksanaan berjalan tanpa hambatan berarti. Ia meninjau langsung sejumlah sekolah, seperti SDN Sungai Lulut 4, SDN Sungai Lulut 2, dan SDN Pemurus Baru 2.
“Secara teknis tidak ada kendala signifikan, baik dari sisi jaringan maupun perangkat. Semua berjalan sesuai rencana,” ungkap Ryan, Senin (20/4/2026).
Meski demikian, Ryan mengingatkan bahwa hasil uji coba sebelumnya menunjukkan masih adanya sekolah dengan capaian numerasi yang rendah. Kondisi tersebut dinilai sebagai peringatan dini agar langkah perbaikan segera dilakukan.
Menurut Ryan, TKA menjadi dasar penting dalam menentukan intervensi yang tepat bagi sekolah-sekolah yang masih membutuhkan perhatian khusus.
“Nanti akan terlihat mana yang perlu penanganan lebih serius. Dari situ kita susun strategi peningkatan, baik untuk yang masih kategori rendah maupun menengah,” Ryan.
Ryan juga menilai pelaksanaan TKA seharusnya dilakukan lebih awal, yakni sejak kelas 5 SD, agar proses pembinaan bisa berlangsung lebih optimal sebelum siswa menyelesaikan pendidikan dasar.
Di sisi lain, pelaksanaan di tingkat sekolah berjalan relatif kondusif. Kepala SDN Pemurus Baru 2 Banjarmasin, Hanifah, menyebutkan sebanyak 84 siswa mengikuti ujian dengan tertib.
Ia mengakui keterbatasan ruang kelas masih menjadi tantangan, sehingga pihak sekolah harus mengatur penggunaan ruang secara bergantian.
“Pelaksanaan tetap lancar, meski ruang terbatas. Kami berharap ke depan ada penambahan fasilitas agar kegiatan belajar dan evaluasi bisa lebih maksimal,” tuturnya.
Tentunya dengan adanya pelaksanaan TKA ini, pemerintah daerah berharap dapat memperoleh peta yang lebih akurat terkait kondisi literasi dan numerasi siswa, sekaligus menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan peningkatan mutu pendidikan di Banjarmasin.
(Hamdiah)