Banjarmasin - Tak hanya sekedar lomba tahunan. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin ingin Peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-500 tahun ini kain sasirangan bisa bersaing di pasar ekspor.
Menurut Yamin, peluang dalam memasarkan kain sasirangan ini masih kurang maksimal. Terutama di pasar global dan tentu hal ini menjadi perhatian serius.
"Makanya kita dorong ekspor untuk produk sasirangan di pasar global," ucap Yamin usai membuka Sosialisasi Lomba Motif Sasirangan di Aula Rumah Kemasan, Selasa (14/6/2026).
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banjarmasin, Neli Listriani dalam ajang tahunan ini ada dua kategori yang diperlombakan yakni reguler dan terbaik.
"Untuk kategori reguler itu terbuka luas bagi pemula. Sedangkan terbaik itu pesertanya dari pemenang sebelumnya yang kemudian diperlombakan mencari yang terbaik dari yang baik," tutur Neli.
Adapun jumlah peserta reguler sebanyak 50 orang dan peserta terbaik ada 15 orang untuk memperebutkan kemenangan.
Tema yang diangkat dalam lomba sasirangan ini, berkaitan dengan warisan budidaya dan tentunya meninggalkan sejarah mendalam. Terlebih, Kota Banjarmasin sudah berusia 5 abad.
Seperti tahun sebelumnya lanjut Neli, pemenang dari lomba motif sasirangan ini akan digunakan kepala daerah dan kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemko Banjarmasin saat puncak Harjad Kota Banjarmasin.
Ia berharap kegiatan seperti ini kain sasirangan ini bisa naik kelas dan siap bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Apalagi dalam mendukung hal itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin ada rencana MoU dengan Bea Cukai.
"Harapan kita bisa ekspor produk kain sasirangan kita", tutupnya.
Sementara itu, Plt Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin Noorsyahdi menyebutkan rencana mengandeng Bea Cukai untuk bisa memberi pengetahuan kepada para pengrajin sasirangan mengenai ekspor.
"Selama ini ekspor itu dikira sulit, makanya dengan kerja sama nanti. Diberikan informasi mengenai ekspor ini," ujar Noorsyahdi.
Di sisi lain, lomba motif sasirangan ini mendorong kreativitas para pengrajin sasirangan di Kota Banjarmasin.
"Supaya berkembang, naik kelas dan siap ekspor produk mereka di pasar global," ujar Noorsyahdi.
Lomba ini juga lanjut Noorsyahdi, sekaligus jadi ajang untuk mengenalkan produk kita dan tidak kalah dengan kain tradisional daerah lainnya seperti batik.
"Insya Allah April ini kita mulai lombanya dan Mei itu sudah dapat pemenangnya paling lambat," akhirnya.
(Hamdiah)