Trending

Kemarau Ekstrem Berpotensi Kekeringan di Lahan Pertanian, Pemko Banjarmasin Persiapkan Penanggulangan

Banjarmasin - Menghadapi musim kemarau ekstrem saat ini. Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sudah siapkan langkah penanggulangan kekeringan di lahan pertanian yang mungkin saja terjadi.

Salah satu upaya penanggulangannya yang akan dilakukan berupa sistem pompanisasi di lahan-lahan pertanian yang mengalami kekeringan.

"Kita indentifikasi dulu sehingga apabila ada sumber air di sekitar kawasan pertanian. Tentu itu bisa kita pompakan. Contohnya seperti Sungai Lulut dan wilayah Selatan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, Rabu (8/4/2026).

Yuliansyah mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan inventarisir alat pompa air yang ada di dinas. Tercatat ada sekitar 4 unit pompa air portabel dan semuanya dalam kondisi baik.

Di samping pihaknya juga meminta penyuluh mengindentifikasi pompa-pompa air portabel yang dimiliki secara pribadi oleh kelompok tani.

"Jadi dengan adanya rekap itu, kita bisa memetakan di mana saja kelompok tani yang memiliki pompa air portabel sehingga bisa saling membantu jika ada petani tidak punya dan memerlukan," jelasnya.

Selain memaksimalkan alat yang ada, pihaknya juga akan mengoptimalkan rumah pompa yang berada di kawasan Kelurahan Tanjung Pagar dan Kelurahan Sungai Lulut.

Diakuinya, letak geografis Kota Banjarmasin yang berada tanah rawa. Sehingga lahan-lahan yang ada itu rata-rata ada sumber air. 

Seiring dengan itu, ia optimis kemarau ekstrem kali ini bisa dihadapi dengan berbagai upaya yang telah disiapkan.

"Sebab lahan kita ini begitu digali tanahnya sudah ada airnya. Sehingga kalau memang sangat ekstrem, maka kita akan coba metode gali sumur ini," pungkasnya.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama