Trending

Rayakan Usia Emas ke-500, Banjarmasin Perkuat Kerukunan Lewat Kampung Toleransi

Banjarmasin – Menjelang momentum bersejarah Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, komitmen terhadap penguatan toleransi beragama kian digelorakan. 

Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menyosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Toleransi Kehidupan Bermasyarakat dalam Kehidupan Beragama.

​Agenda penting ini dikemas menarik lewat Rembuk Warga yang sekaligus meresmikan Kelurahan Gedang sebagai pilot project (proyek percontohan) Kampung Toleransi di Kota Seribu Sungai. 

Langkah konkret ini menjadi program kerja strategis di tahun 2026 untuk merawat tenun kebangsaan di akar rumput.
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, mengapresiasi tinggi atas warisan kerukunan yang telah mengakar kuat selama berabad-abad di tengah masyarakat banua. 

Bagi Pemko, modal utama kemajuan Banjarmasin bukan terletak pada komoditas bumi, melainkan pada kedamaian warganya.

​"Kita tahu bahwa Kota Banjarmasin itu adalah kota yang sangat beragam dan keberagaman itulah yang menjadi kekayaan kita. Kita tidak punya kekayaan sumber daya alam, tapi kekayaan keberagaman itulah yang menjadi sumber daya dari Kota Banjarmasin," ujar Hj. Ananda.

​Dirinya memaparkan bahwa potret damai ini terbukti lewat indeks toleransi Kota Banjarmasin yang terus menanjak positif berdasarkan riset Setara Institute.

 Melalui hadirnya Kampung Toleransi, pemerintah menitipkan dua misi besar: menjaga keharmonisan antar-pariwisata iman dan menanamkan kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

​Optimisme senada diembuskan oleh Kepala Badan Kesbangpol Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin. 

Ia menargetkan sinergi kokoh antara pemerintah, FKUB, pemuka agama, hingga organisasi kesukuan mampu mendongkrak indeks toleransi Banjarmasin pada tahun 2026 ini agar melesat melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya.

​Sementara itu, Ketua FKUB Kota Banjarmasin, Maskur, membeberkan alasan kuat mengapa Kelurahan Gedang terpilih menjadi pelopor dalam gerakan ini. Kedekatan antar-warga yang begitu inklusif menjadi fondasi utamanya.

​"Kami melihat di sini warga sangat rukun dan saling menghargai. Ini tentu tidak lepas dari peran Ibu Lurah yang selama ini menjaga dan merawat kampung ini. Kami berkeyakinan dan mengusulkan dicanangkannya Kampung Toleransi di sini. Harapan besar saya, Banjarmasin bisa masuk peringkat 10 besar nasional sebagai kota yang paling aman dan harmonis," pungkas Maskur.
Lebih baru Lebih lama