Trending

Kartini Masa Kini Pilih Jadi Pemadam Kebakaran, Tantang Stereotip Profesi

Banjarmasin - Semangat emansipasi perempuan di era modern terus menemukan bentuknya dalam berbagai bidang, termasuk profesi yang selama ini identik dengan laki-laki. Hal itu tercermin dari sosok Nisa, seorang perempuan muda yang memilih berkarier sebagai petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Bagi Nisa, keputusannya terjun ke dunia damkar bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa. Ia mengaku sejak awal tertarik pada profesi yang penuh tantangan dan membutuhkan keberanian tinggi.

“Saya memang ingin melakukan sesuatu yang berbeda, menantang hingga bermanfaat langsung bagi masyarakat. Jadi damkar itu bukan hanya soal memadamkan api, tapi juga menolong orang,” ucap Nisa, Selasa (21/4/2026).

Pilihan Nisa ini pun tak lepas dari berbagai pandangan miring. Ia mengakui sempat diragukan karena profesi tersebut dianggap terlalu berat bagi perempuan. Namun, hal itu justru menjadi motivasi baginya untuk membuktikan kemampuan.

“Awalnya banyak yang bilang ini kerjaan laki-laki, berat, berbahaya. Tapi saya ingin membuktikan kalau perempuan juga bisa, asal punya kemauan dan dilatih dengan baik,” katanya.

Dalam kesehariannya, Nisa menjalani tugas yang tak jauh berbeda dengan rekan laki-lakinya. Mulai dari siaga di pos, mengikuti pelatihan fisik, hingga terjun langsung ke lokasi kebakaran maupun evakuasi.

Menurutnya, kunci utama dalam menjalani profesi ini adalah kesiapan mental dan kerja sama tim. Ia juga menekankan pentingnya disiplin serta kemampuan untuk tetap tenang dalam situasi darurat.

“Di lapangan kita harus cepat, tepat, dan tidak panik. Semua sudah ada prosedurnya, jadi tinggal bagaimana kita menjalankan dengan fokus,” jelasnya.

Di momen peringatan Hari Kartini, Nisa berharap semakin banyak perempuan berani mengejar cita-cita tanpa terhalang stigma. Ia percaya, perempuan masa kini memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di bidang apa pun.

“Jangan takut mencoba hal baru, termasuk profesi yang dianggap bukan untuk perempuan. Selama kita mau belajar dan berusaha, pasti bisa,” tutupnya.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama