Banjarmasin - Ratusan warga memadati Klenteng Soetji Nurani Banjarmasin, saat puncak perayaan Cap Go Meh yang berlangsung meriah pada Rabu (4/3/2026) yang sehari sebelum terpaksa tertunda karena faktor cuaca.
Atraksi barongsai menjadi daya tarik utama yang menghibur masyarakat kota sekaligus menandai berakhirnya rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577.
Cap Go Meh yang jatuh pada hari ke-15 dalam kalender Lunar memang dikenal sebagai penutup seluruh rangkaian perayaan Imlek. Tahun ini, perayaannya terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadhan yang mana kesan toleransi mewarnai perayaan ini.
Rahma salah seorang warga yang sengaja memboyong keluarga kecilnya untuk menonton atraksi barongsai.
Mengingat, perayaan Imlek tahun ini terasa sedikit berbeda karena atraksi barongsai diiringi dengan musik religi nuansa Ramadhan dan viral di media sosial.
"Seru untuk nonton jadinya, sekarang ini atraksi barongsainya lebih variatif karena ada musik religi. Lebih gemas," ucap Rahma.
Wakil Ketua Pengurus Klenteng Soetji Nurani, Djohan Yawono, menjelaskan bahwa atraksi barongsai sengaja digelar setelah shalat Tarawih sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim.
Menurut Djohan, pada perayaan kali ini barongsai juga dipadukan dengan alunan lagu bernuansa Ramadhan, sehingga menghadirkan suasana kebersamaan antarumat beragama.
“Barongsai tadi kami akulturasi dengan lagu Ramadhan. Itu menjadi momen spesial tahun ini yang menggambarkan toleransi,” ucap Djohan.
Djohan mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat muslim yang menjadi mayoritas di Kota Banjarmasin.
Apalagi, lokasi klenteng berada tidak jauh dari Masjid Raya Sabilal Muhtadin sehingga kawasan tersebut menjadi simbol kerukunan antarumat beragama.
Tentunya ia berharap semangat toleransi dan kebersamaan itu terus terjaga di tahun-tahun mendatang.
“Kami selalu menjunjung tinggi toleransi dengan agama lain dan berharap nilai-nilai kebaikan seperti ini terus hadir di tahun yang baru,” katanya.
Di tahun yang berada di bawah naungan Shio Kuda Api, ia juga berharap masyarakat mampu bergerak cepat dalam memanfaatkan peluang, namun tetap mempertimbangkan berbagai hal secara matang.
Perayaan Cap Go Meh ini sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian Tahun Baru Imlek 2577.
Meski demikian, ia memastikan klenteng tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin berkunjung maupun menyaksikan kegiatan lanjutan yang masih akan digelar pada malam hari.
(Hamdiah)