Trending

Selama Ramadan, Volume Sampah di Banjarmasin Naik hingga 10 Persen

Banjarmasin - Bulan suci Ramadan membawa dampak pada meningkatnya volume sampah di Banjarmasin. Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin (DLH) mencatat kenaikan produksi sampah harian sebesar lima sampai 10 persen dibandingkan hari biasa.

Jika sebelumnya rata-rata sampah yang dihasilkan berada di kisaran 400–600 ton per hari, selama Ramadan jumlahnya bertambah signifikan. Peningkatan ini dipicu oleh perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama saat berbuka puasa dan sahur.

Kepala DLH Banjarmasin, Alive Yosefah Love, menjelaskan bahwa lonjakan terjadi seiring meningkatnya aktivitas belanja warga. Pembelian makanan siap saji, penggunaan kemasan sekali pakai, serta transaksi belanja daring menjadi faktor dominan yang menyumbang tambahan sampah rumah tangga.

“Untuk bulan Ramadan memang ada peningkatan sampah di Banjarmasin karena ada perubahan pola makan, karena belanja online dan sampah meningkat lima sampai 10 persen,” ucap Alive, Senin (2/3/2026).

Selain itu, pusat-pusat aktivitas ekonomi musiman seperti Pasar Wadai Ramadan turut menyumbang volume sampah lebih besar dari biasanya. Penumpukan sampah di kawasan tersebut terjadi setiap sore hingga malam, mengikuti tingginya aktivitas jual beli menjelang waktu berbuka.

“Karena terkonsentrasi di Pasar Wadai, ada di TPS-TPS sedikit penurunan. Memang menyebar di beberapa titik, kita bisa mengatasi” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLH melakukan penyesuaian pola kerja di lapangan. Petugas kebersihan difokuskan pada titik-titik dengan produksi sampah tertinggi, sementara wilayah lain tetap dipantau agar tidak terjadi penumpukan.

DLH memastikan seluruh sampah tambahan masih dapat tertangani dengan baik. Meski begitu, masyarakat diimbau untuk mulai memilah sampah dari rumah dan mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai agar beban pengelolaan sampah selama Ramadan tidak semakin berat.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama