Banjarmasin - Rampung dibangun sejak Desember 2025 lalu. Namun hingga kini Jembatan Cemara Ujung - Sungai Andai (Cusa) belum juga berfungsi. Tentunya kondisi itu, menjadi sorotan warga yang sudah menantikan sejak lama pembangunan tersebut.
Seperti Suratno merupakan warga setempat yang menunggu kabar kapan jembatan penghubung dua kelurahan tersebut bisa dilintasi masyarakat umum.
Mengingat jembatan ini sudah rampung berbulan-bulan lamanya. Namun sangat disayangkan sampai saat ini tak kunjung beroperasi.
Menurut Suratno kalaupun memang ada pekerja yang belum tuntas pada proyek tersebut. Maka harapannya bisa segeranya dilanjutkan agar jembatan yang dinantikan sejak lama ini bisa fungsikan sebagaimana mestinya.
Terlebih, jembatan ini dibangun dengan tujuan mengurai kemacetan sekaligus mempersingkat perjalanan masyarakat saat hendak menuju Cemara Ujung maupun ke Sungai Andai.
"Harapannya bisa segeranya diresmikan pemerintah karena masyarakat sangat menunggu jembatan ini bisa selesai," kata Suratno kepada jurnalis babuncu4news.com, Selasa (3/3/2026).
Hal senada juga diungkapkan Fendi pemilik warung yang tak jauh dari Jembatan Cusa bahwa banyak warga silih berganti yang lewat sekaligus mampir untuk melihat proyek tersebut.
"Mereka penasaran, jembatan ini sudah rampung atau belum karena belum berfungsi sampai saat ini," ucap Fendi.
Padahal lanjut Fendi, jembatan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 36 miliar dan terbagi dua tahap pengerjaannya itu sudah pernah diuji cobakan. Namun setelah itu tak ada kabar kapan beroperasinya.
"Mungkin kendalanya jalan sebelah sana dan jalan sebelah sini di jembatan itu masih belum benar-benar selesai. Belum lagi pembuatan gorong-gorong baru selesai di sebelah sana tapi di sini belum yang membuat jembatan belum bisa difungsikan," jelasnya.
Kendati demikian, ia akui meski belum beroperasi. Namun warga sekitar sudah mulai melintasi jembatan itu dengan jalan kaki untuk menyeberang.
"Warga juga menyadari lantai jembatan itu licin apalagi saat hujan. Mungkin nanti bisa dilapis beton atau aspal biar enak dilintasi. Ya intinya segeranya selesai biar bisa difungsikan karena ini jadi jalan alternatif masyarakat," tutupnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah menyebutkan bahwa meski jembatan sudah rampung dan diuji coba sebelumya. Namun perlu penguatan oprit terlebih dahulu. Terutama pada sisi Sungai Andai karena ujung jembatan yang berada tepat di belokan sungai dan tumbukan air.
Menurut Suri, kondisi itu tentunya sangat rentan sekali membuat kontruksi jembatan turun hingga perlu penguatan terlebih dahulu sebelum bisa dilintasi masyarakat.
"Jadi ada perkuatan terlebih dulu," tutur Suri pada Jumat (19/12/2025).
Penguatan kontruksi bagian oprit jembatan itu sendiri berdasarkan analisis tim ahli dari ULM yang mana sedikit berbeda dengan desain sebelumnya.
"Otomatis ada tambahan anggaran untuk penguatan oprit sisi Sungai Andai ini dan masih dihitung. Kalau tidak, tentu akan berpengaruh pada jembatan dan nantinya tidak akan berfungsi optimal," paparnya.
Namun nyata kurang lebih dua bulan berlalu, jembatan sepanjang 260 meter dengan lebar 3,5 meter itu tak kunjung diresmikan dan tak juga beroperasi hingga dipertanyakan warga.
Padahal tujuan pembangunan jembatan ini sendiri untuk memecahkan kemacetan yang sering terjadi di kawasan Cemara Ujung dan Sungai Andai.
(Hamdiah)