Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin melakukan pelepasan santri penerima beasiswa di Timur Tengah beberapa waktu lalu.
Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin memastikan para pelajar penerima beasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Timur Tengah berada dalam kondisi aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdako Banjarmasin, Juli Khair, menyampaikan bahwa hingga awal Maret 2026 tidak ada laporan keadaan darurat yang dialami para santri dan santriwati asal Banjarmasin yang sedang belajar di luar negeri.
“Alhamdulillah sampai saat ini kondisi mereka semua aman dan baik,” ucap Juli, Sabtu (7/3/2026).
Para pelajar tersebut diketahui menempuh pendidikan di Tarim, wilayah Hadramaut, Yaman, serta di Kairo, Mesir. Meski lokasi pendidikan mereka tidak berada di pusat konflik, pemerintah daerah tetap mengingatkan agar para pelajar meningkatkan kewaspadaan karena kawasan Timur Tengah masih berada dalam situasi yang sensitif.
Menurut Juli, pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan menjaga komunikasi dengan para pelajar di luar negeri. Ia juga mengingatkan agar mereka tidak bepergian jauh dari area tempat tinggal atau kampus selama situasi belum sepenuhnya stabil.
“Kami berharap mereka tetap berhati-hati dan tidak bepergian terlalu jauh dari tempat belajar,” katanya.
Selain itu, Juli juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan perwakilan pemerintah Indonesia di negara masing-masing. Koordinasi dengan kedutaan dinilai penting apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.
“Jangan sampai putus komunikasi dengan pihak Kedutaan Indonesia di sana. Ikuti arahan yang diberikan oleh perwakilan pemerintah Indonesia,” tegas Juli.
Program beasiswa pendidikan ke Timur Tengah yang digagas Pemerintah Kota Banjarmasin telah berjalan sejak 2021. Hingga 2024, sebanyak 45 pelajar telah diberangkatkan untuk belajar di Hadramaut dan Kairo.
Pada 2025, jumlah tersebut bertambah dengan keberangkatan 14 peserta baru. Dengan demikian, total pelajar asal Banjarmasin yang sedang menempuh pendidikan di Timur Tengah kini mencapai 59 orang.
Program beasiswa ini diperuntukkan bagi warga Kota Banjarmasin yang dibuktikan dengan KTP atau Kartu Keluarga. Peserta berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari madrasah, pondok pesantren, hingga sekolah umum yang memiliki minat melanjutkan studi keislaman.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Timur Tengah, para penerima beasiswa diwajibkan kembali ke Banjarmasin untuk mengabdikan diri dan berkontribusi dalam pengembangan pendidikan serta dakwah keagamaan di daerah.
(Hamdiah)