Trending

Kawasan Kota Lama Banjarmasin Kehilangan Geliatnya, Banyak Kedai Tutup

Banjarmasin – Kawasan wisata Bandarmasih Tempo Doeloe yang pernah digadang sebagai titik baru destinasi wisata kota kini tampak mulai kehilangan geliatnya. Sejumlah usaha kuliner dan kedai kopi yang dulu ramai kini justru terlihat tutup dan tidak lagi beroperasi.

Dari pantauan di kawasan yang kerap disebut Kota Lama Banjarmasin tersebut, beberapa bangunan tampak tertutup rapat. Bahkan pada sebagian ruko terlihat spanduk bertuliskan “dijual” hingga “disewakan”, menandakan usaha di lokasi itu tidak lagi berjalan.

Beberapa tahun lalu, kawasan ini sempat menjadi tempat favorit warga untuk bersantai. Kehadiran berbagai kafe, tempat makan, dan ruang berkumpul membuat area tersebut hidup, terutama pada malam hari dan akhir pekan.

Namun situasi itu kini mulai berubah. Jumlah pengunjung terlihat menurun, sehingga aktivitas usaha di kawasan tersebut tidak lagi seramai sebelumnya.

Sebagian pihak menilai meredupnya kawasan kota lama dipengaruhi oleh semakin banyaknya tempat nongkrong baru di Kota Banjarmasin. Persaingan usaha kuliner dan kafe yang semakin ketat membuat pengunjung memiliki lebih banyak pilihan lokasi.

Salah satu titik yang kini berkembang menjadi pusat keramaian baru adalah kawasan Jalan Hasanuddin H.M, yang dipenuhi berbagai kafe dan tempat berkumpul anak muda.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengakui kondisi yang terjadi pada wisata kuliner tersebut.

Menurut Sabil, dinamika persaingan usaha memang tidak bisa dihindari saat ini. Seiring bertumbuhnya ekonomi di Kota Seribu Sungai.

“Persaingan usaha saat ini memang sangat ketat. Banyak tempat nongkrong baru bermunculan di berbagai lokasi di kota, sehingga tentu berpengaruh pada aktivitas usaha di kawasan kota lama,” kata Sabil, Senin (16/3/2026).

Sabil menilai para pelaku usaha di kawasan tersebut perlu melakukan pembaruan konsep agar tetap menarik minat pengunjung. Tanpa inovasi, usaha berpotensi tertinggal oleh tempat lain yang menawarkan konsep lebih segar.

Menurutnya, kawasan kota lama tetap memiliki potensi wisata yang besar, terutama karena nilai sejarah dan karakter bangunan lamanya.

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin lanjutnya, juga tengah berupaya menghidupkan kembali kawasan tersebut melalui kerja sama lintas instansi. 

Salah satu langkah yang sedang dilakukan adalah pembangunan shelter air oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin.

Fasilitas itu diharapkan dapat memperkuat konektivitas transportasi sungai menuju kawasan kota lama sehingga wisatawan lebih mudah mengakses area tersebut.

“Kami akan berkolaborasi dengan berbagai instansi untuk kembali menggerakkan ekonomi di kawasan kota lama. Upaya ini harus dilakukan bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan jalur sungai diharapkan menjadi daya tarik tambahan yang mampu mendatangkan kembali wisatawan ke kawasan bersejarah tersebut.

Diketahui sebelumnya, kawasan kota lama dulunya sempat lama terbengkalai dan didominasi bangunan tua yang digunakan sebagai gudang maupun perkantoran.

Pada masa kepemimpinan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, kawasan ini kemudian ditata ulang oleh pemerintah kota melalui perbaikan trotoar dan drainase dengan anggaran APBD sekitar Rp 7,8 miliar. Penataan tersebut sempat menghidupkan kembali kawasan yang kini dikenal sebagai Bandarmasih Tempo Doeloe.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama