Trending

Kadis LH Banjarmasin Diganti, Pemko Tuntut Percepatan Penanganan Sampah

Banjarmasin - Persoalan sampah yang tak kunjung terselesaikan di Kota Banjarmasin akhirnya berujung pada perombakan jabatan di lingkungan pemerintah kota. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, resmi digantikan setelah dinilai belum mampu menghadirkan solusi efektif.

Keputusan ini diambil oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin sebagai langkah tegas untuk mempercepat penanganan persoalan sampah yang semakin mendapat sorotan masyarakat.

Dalam susunan pejabat terbaru, Alive kini menempati posisi sebagai Staf Ahli Bidang Infrastruktur, Sumber Daya Air, dan Lingkungan Hidup. Sementara itu, jabatan Kepala DLH Kota Banjarmasin diisi oleh Ichrom Muftezar yang sebelumnya memimpin Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Pergantian ini tidak lepas dari meningkatnya kritik publik terhadap kondisi pengelolaan sampah di kota tersebut. Penumpukan di sejumlah titik, keterlambatan distribusi pengangkutan, hingga kurangnya inovasi dinilai menjadi penyebab utama masalah tak kunjung terurai.

Sebagai kota yang dikenal dengan julukan Kota Seribu Sungai, Banjarmasin menghadapi tantangan serius dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan padat penduduk dan bantaran sungai.

Wali Kota Yamin menegaskan bahwa kepemimpinan baru harus mampu menunjukkan kinerja yang lebih optimal dan terukur.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarpejabat, termasuk dengan pimpinan sebelumnya, agar program yang telah dirancang dapat dilanjutkan dan disempurnakan.

Kini, tanggung jawab besar berada di tangan Ichrom Muftezar. Meski berasal dari latar belakang berbeda, ia diharapkan mampu membawa pendekatan baru yang lebih efisien, khususnya dalam tata kelola dan sistem operasional pengolahan sampah.

Namun demikian, banyak pihak menilai bahwa pergantian pejabat saja tidak cukup. Permasalahan sampah di Banjarmasin sudah bersifat menyeluruh, mencakup sistem, infrastruktur, hingga kesadaran masyarakat.

Di tengah harapan akan perubahan, warga kini menantikan langkah nyata yang mampu memberikan dampak langsung, bukan sekadar wacana.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama