Para jamaah bersiap berbuka puasa menu bubur di Mesjid Raya Sabilal Muhtadin, Selasa (3/3/2026).
Banjarmasin - Tradisi berbuka puasa dengan bubur legendaris di Masjid Raya Sabilal Muhtadin kembali ramai diserbu warga di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (3/3/2026).
Sajian khas Kalimantan Selatan (Kalsel) yang hanya hadir setahun sekali ini tetap menjadi menu andalan masyarakat Kota Banjarmasin yang ingin berbuka puasa.
Bubur Sabilal dikenal sebagai hidangan turun-temurun dengan cita rasa khas yang konsisten dari tahun ke tahun. Tak heran, penikmatnya datang dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Salah satu warga Kelayan, Syarif mengaku hampir setiap Ramadan menyempatkan diri menikmati bubur tersebut. Biasanya ia mampir sepulang dari pasar atau saat melintas di sekitar masjid.
"Rasanya tetap sama seperti dulu, aromanya juga khas. Tahun ini porsinya lebih banyak, ditambah setengah telur,” kata Syarif.
Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Kota Banjarmasin, Muhammad Tambrin mengatakan hingga saat ini antusias masyarakat selalu tinggi mengikuti berbuka puasa di mesjid.
Menurut Tambrin, dalam sehari bisa 1.000 porsi bubur yang dibagikan kepada jamaah yang berbuka puasa.
"Setiap hari kita siapkan 1.000 porsi bubur kepada jamaah yang datang hendak berbuka dan selalu kami lestarikan," tuturnya.
Menu bubur yang diolah lanjutnya, menggunakan resep yang diwariskan secara turun-temurun demi menjaga keaslian cita rasanya.
"Keberadaan bubur tersebut menjadi ciri khas yang tidak dijumpai di tempat lain," ujarnya.
Ramadan kali ini, hidangan terasa lebih istimewa karena porsi bubur yang disajikan berukuran lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Seiring dengan itu, ia memastikan ketersediaan stok bahan baku sudah terjamin aman sepanjang bulan suci untuk menyambut jamaah dari berbagai pelosok daerah yang datang.
"Porsinya lebih banyak, semoga jamaah datang untuk berbuka puasa lebih puas," tutupnya.
(Hamdiah)