Banjarmasin - Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin ajak warga untuk aktifkan kembali Pos Kamling di wilayah masing-masing guna mencegah aksi teror bom molotov yang terjadi baru-baru ini.
Pasalnya, peristiwa teror bom molotov itu terjadi pada dua rumah yang lokasinya berbeda. Tentu hal itu membuat masyarakat kota resah.
Yamin mengatakan bahwa sangat menyayangkan adanya peristiwa tersebut karena di bulan suci Ramadhan ini seharusnya tidak ada kejadiannya yang membuat masyarakat tidak nyaman.
Apalagi teror bom molotov itu sudah masuk dalam tindakan kriminal karena sudah cukup membahayakan.
"Sangat prihatin dengan adanya aksi teror itu. Apalagi terjadi saat masyarakat menjalankan ibadah Ramadhan. Masyarakat harus lebih waspada terhadap adanya teror aksi baru-baru ini," kata Yamin, Rabu (25/2/2026).
Mengaktifkan lagi Pos Kamling lanjut Yamin, menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap teror tersebut.
"Kami imbau masyarakat mengaktifkan Pos Kamling dan ronda malam lagi di wilayah sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat di lingkungannya," tuturnya.
Menurutnya dalam menciptakan lingkungan aman dan nyaman tentunya tak lepas dari peran masyarakat itu sendiri.
Di samping itu, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus berkoordinasi dengan kepolisan untuk perkuatan pengamanan terutama di titik-titik rawan dalam menjaga ketentraman Kota Seribu Sungai di bulan Ramadhan ini.
Diketahui sebelumnya, teror api tengah menghantui Kota Banjarmasin. Sebab baru-baru viral di media sosial sebuah video dari warga yang menunjukkan botol berisikan api yang diduga bom molotov berada di atas genteng rumah warga.
Tentunya hal itu membuat geger warga sekitar karena diduga bom molotov itu terlihat ada di dua rumah dengan lokasi yang berbeda di hari yang sama pada Minggu (22/2/2026) malam.
Peristiwa pertama terjadi di Komplek Herlina, Jalan Cemara Ujung, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara. Warga mendapati api kecil menyala di bagian atap rumah setelah waktu berbuka puasa sekitar pukul 19.00 WITA.
Tak lama berselang, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di kawasan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah yang sempat terekam CCTV warga sekitar.
Dari hasil penyelidikan, pelemparan botol kaca berisikan minyak yang terjadi di Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah itu ada indikasi masalah sakit hati.
“Hasil penyelidikan sementara itu masalah pribadi. Dulunya ada hubungan suami istri dan sudah pisah, pemicunya karena mantan suami kesulitan bertemu anaknya hingga terjadi hal itu," jelas Kompol Eru Alsepa saat dikonfirmasi, Senin (23/2/2026) malam.
Sementara kejadian di Komplek Herlina, Jalan Cemara Ujung, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara. Menurut Kapolsek Banjarmasin Utara, Sunardi motif pelaku diduga karena sakit hati setelah diputuskan oleh korban. Pelaku disebut tidak terima hubungan asmara mereka berakhir, terlebih korban sudah tidak ingin lagi berkomunikasi dengannya.
“Karena tidak terima diputus, pelaku nekat melakukan percobaan pembakaran menggunakan botol berisi bahan bakar yang diduga bom molotov,” kata Kapolsek Banjarmasin Utara, Sunardi, Selasa (24/2/2026).
Adapun kedua pelaku dalam teror aksi bom molotov ini sudah diamankan di kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Hamdiah