Banjarmasin - Suasana meriah Pasar Wadai Ramadan di kawasan Siring 0 Km kembali diwarnai persoalan klasik. Sampah terlihat berserakan di sejumlah titik area pasar, terutama pada jam-jam ramai menjelang waktu berbuka puasa.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin segera melakukan pemantauan langsung ke lokasi.
Sejumlah petugas kebersihan dikerahkan untuk membersihkan dan mengangkut sampah yang didominasi kemasan plastik serta sisa makanan dari para pengunjung.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki, menyayangkan masih rendahnya kesadaran sebagian pedagang dan masyarakat dalam menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung.
“Saat kami lakukan pengecekan, masih banyak sampah yang tidak dibuang pada tempatnya. Ini perlu menjadi perhatian bersama, baik pedagang maupun pengunjung,” kata Marzuki, Jumat (27/2/2026).
Marzuki menegaskan, setiap pedagang seharusnya menyediakan tempat penampungan sampah di lapak masing-masing guna mencegah sampah tercecer.
Menurutnya, persoalan kebersihan bukan hanya soal banyaknya sampah yang dihasilkan, tetapi juga soal kedisiplinan dalam pengelolaan.
DLH juga telah berkoordinasi dengan panitia penyelenggara agar pengawasan kebersihan diperketat dan penerapan standar operasional prosedur (SOP) dapat berjalan maksimal selama Pasar Wadai berlangsung.
Marzuki mengimbau seluruh pihak untuk berperan aktif menjaga kebersihan kawasan. “Pasar Wadai adalah kebanggaan kita saat Ramadan. Jangan sampai citra kota tercoreng hanya karena persoalan sampah. Kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
DLH berharap ke depan kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat sehingga kemeriahan bulan Ramadan tetap berjalan seiring dengan lingkungan yang bersih dan nyaman.
(Hamdiah)