Banjarmasin - Hari pertama dibuka, Festival Pasar Wadai Ramadhan 2026 langsung diserbu masyarakat untuk berbelanja hidangan berbuka puasa, Kamis (19/5/2026).
Tentunya hal ini menunjukkan event tahunan yang sudah menjadi tradisi ini sudah ditunggu-tunggu masyarakat.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin yang membuka langsung festival ini bersama Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Hasnuryadi mengakui pasar wadai ramadhan sangat ramai bahkan di hari pertama bukanya.
"Tahun ini saya lihat sangat ramai. Bahkan sampai tidak semua UMKM terakomodir yang ingin berjualan disini," ungkap Yamin.
Menurut Yamin ramainya pergelaran pasar wadai ramadhan ini, tentunya tak lepas dari kolaborasi yang berhasil dibangun antar Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.
"Selama ini kolaborasi antara Pemko dengan Pemprov untuk pelaksanaan pasar wadai ini terus berlanjut dari tahun lalu," tutur Yamin.
Yamin optimis perputaran ekonomi di pasar wadai ramadhan ini akan jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Di samping itu, ia juga mengingatkan pengunjung yang datang untuk memperhatikan sampahnya setelah memborong takjil dan menu buka puasa.
"Di sini sudah disediakan tempat sampah. Jadi harapannya sampah bisa dibuang sesuai jenisnya agar mudah dipilah karena sudah komitmen untuk serius selesaikan persoalan sampah ini," akhirnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi menyebutkan bahwa Kota Seribu Sungai sudah berhasil dalam mengurangi sampah. Maka dari itu perlu dukungan dari masyarakat untuk bisa menyelesaikan persoalan ini.
"Jaga kebersihan, kurangi sampah plastik karena sekarang Kita Banjarmasin sudah mulai indah sebab pak Wali sudah gencar melakukan aksi bersih-bersih semalam ini," jelas Hasnur.
Hasnur juga menekankan bahwa makanan dan minuman yang dijual di pasar wadai ramadhan ini bersih dan aman untuk dikonsumsi.
"Ini paling utama," ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum bulan suci penuh berkah ini dengan berbuatan amalan-amalan baik. Contohnya dengan aksi berbagi dengan sesama yang lebih membutuhkan.
"Kalau berlebih, bisa beli sebanyak-banyaknya di pasar wadai ini yang kemudian dibagikan kepada sesama kata yang lebih membutuhkan untuk merasakan kehangatan ramadhan," tutupnya.
(Hamdiah)