Trending

Wilayah Paling Terdampak Banjir, Kecamatan Banjarmasin Timur Lakukan Pendataan

Kondisi genangan banjir cukup tinggi di Kelurahan Sungai Lulut yang hampir tenggelamkan rumah warga.

Banjarmasin - Kecamatan Banjarmasin Timur langsung melakukan pendataan terhadap titik-titik yang tergenang banjir parah mengingat wilayah yang paling terdampak saat ini.

Plt Camat Banjarmasin Timur, Eka Rahayu Normasari mengatakan bahwa saat ini terdata sudah ada 6 titik yang terdampak banjir cukup parah di wilayahnya terutama di Kelurahan Sungai Lulut. 

Belum lagi wilayah lain seperti Kelurahan Banua Anyar, Kelurahan Pengambangan dan sekitarnya yang turut terdampak genangan banjir.

"Dari data ini masih perlu kita verifikasi lapangan lagi mengenai kondisinya. Apakah cukup parah hingga perlu bantuan ataupun evakuasi disana," kata Rahayu, Sabtu (3/1/2026).

Ia mengungkapkan saat ini sudah ada satu titik yang dilakukan penanganan serius karena banjir yang mengenang cukup parah yakni di kawasan Jalan Rahayu, Komplek Pembina 4 Ujung, RT 8.

Mulai dari evakuasi terhadap sejumlah warga yang rumah terendam cukup dalam ke posko pengungsian setempat yang lebih aman. Hingga didirikannya dapur umum darurat.

"Memang RT 8 ini paling parah karena jumlahnya ada 114 KK (Kepala Keluarga) dan ada 15 KK yang dievakuasi sejak kemarin," ungkapnya.

Mengingat kondisinya cukup parah, Wali Kota Banjarmasin sempat terjun langsung meninjau sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak di sana.
 
Menurutnya penanganan serius ini juga akan dilakukan terhadap titik parah yang lainnya. Jika hasil verifikasi di lapangan nanti memang benar kondisi banjir cukup parah hingga perlu dibantu.

"Kami lihat lagi, apakah memang cukup parah hingga perlu posko pengungsian dan dapur umum," tuturnya.

Dalam hal ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin untuk bantuan logistik kepada warga terdampak banjir dan dapur umum darurat. 

Termasuk dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin untuk memperhatikan kesehatan para warga terdampak banjir karena ada sejumlah penyakit yang perlu mulai bermunculan hingga diwaspadai saat ini.

"Kami terus berkoordinasi mengenai hal ini," ujarnya.

Adapun sebelumnya, pihaknya juga telah mendirikan posko kebencanaan yang semulanya merupakan posko pengamanan perayaan Natal Tahun Baru (Nataru).

"Posko ini tetap kami dirikan sebagai posko darurat kebencanaan untuk penanganan banjir di wilayah kami. Mengingat kondisi banjir yang terus meninggi," pungkasnya.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama