Kondisi banjir yang melanda di permukiman warga di Kelurahan Pekapuran Laut dari pantauan sekitar pukul 23.00 WITA pada Sabtu (3/1/2026) malam.
Banjarmasin - Hampir selurun wilayah Kota Banjarmasin tergenang banjir saat ini. Terpantau dari banyaknya status yang dibuat warga kota di media sosial manapun mengenai banjir yang terjadi sejak pukul 21.00 WITA tadi, Sabtu (3/1/2026) malam.
Namun nampaknya kali ini, banjir yang melanda Kota Banjarmasin khususnya cukup tinggi dari biasanya yang membuat warga kota mulai resah dan khawatir, musibah banjir pada 2021 lalu kembali terjadi.
Keresahan ini disampaikan Wete salah seorang warga Pekapuran Raya yang mengaku sudah dua hari ini banjir melanda cukup tinggi di tempatnya.
Menurutnya kondisi ketinggian banjir saat ini sudah hampir serupa dengan kejadian musibah banjir 2021 lalu.
"Banjir kali ini cukup dalam dan seperti kejadian musibah banjir tahun 2021 lalu," ungkap Wete, Sabtu (3/1/2025).
Sementara itu, Rahman selaku Ketua RT 17, Kelurahan Pekapuran Raya telah mengimbau warga setempat untuk waspada dan berhati-hati karena kondisi banjir yang terus meninggi.
Rahman juga mengingatkan agar para warga segera mengamankan barang-barang elektronik ke tempat lebih tinggi agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan. Sebab banjir yang sudah mulai mengepung kawasan Pekapuran Raya.
"Terpantau di kawasan Pekapuran Raya RT 17 kondisinya terkepung banjir malam ini. Untuk itu diimbau warga waspada dan berhati-hati," ucap Rahman.
Situasi sama juga tak berbeda jauh dengan wilayah Kelurahan Pekapuran Laut yang ketinggian banjir sudah hampir selutut orang dewasa.
Beberapa warga yang rumahnya terendam banjir cukup tinggi memutuskan untuk mengungsi sementara ke tempat lebih aman.
"Saya mau jemput mama dan adik-adik buat ngungsi dulu karena banjirnya sudah tidak kondusif," kata Ina salah seorang warga Pekapuran Laut.
Menurutnya banjir kali ini sudah cukup meresahkan karena hampir menengelamkan sebagian rumah orang tuanya.
"Mudah-mudahan banjir ini tidak lebih dalam lagi dari ini dan segeranya surut," harapnnya.
(Hamdiah)