Trending

Optimalkan Pengurangan Sampah, DLH Banjarmasin Tempatkan Alat Pemilah Sampah di Tiap TPS3R

Tumpukan sampah yang dipilah secara manual.

Banjarmasin - Sejumlah alat pemilah sampah rencananya akan ditempatkan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang ada di Kota Banjarmasin dalam upaya mengoptimalkan pengurangan sampah.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin mengatakan bahwa peran TPS3R ini akan lebih dimaksimalkan lagi dengan penambahan alat untuk memilah dan pengolahan sampah.

"Harapannya ini bisa mengurangi volume sampah yang dihasilkan," kata Yamin, Minggu (4/1/2026).

Sebab Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Basirih tak lagi beroperasi hingga pembuangan residu sampah dilakukan di TPAS Banjarbakula dan tentunya mengeluarkan biaya cukup besar.

Menurutnya, jika pengurangan sampah berhasil dilakukan tentu biaya yang dihabiskan untuk pembuangan ke TPAS Banjarbakula bisa berkurang dan dialihkan untuk pengelolaan sampah mandiri.

"Dana itu mungkin bisa dikelola untuk pengelolaan sampah di sini jika sampah yang dibuang ke TPA Banjarbakula sudah bisa lebih berkurang," tutur Yamin.

Selain itu, dalam upaya pengurangan sampah ini ia juga tertarik dengan teknologi baru dalam pengolahan sampah. Contohnya biji plastik yang dibuat dari sampai plastik dan lainnya.

"Mungkin kita bisa menggunakan teknologi baru seperti ini ke depan untuk pengolahan sampah. Tapi tentunya secara bertahap kita lakukan," terangnya.

Sebelumnya, diungkapkannya berbagai ikhtiar telah dilakukan dalam pengurangan sampah ini. Seperti pengomposan dan budidaya maggot.

"Selain menambah alat pemilah di TPS3R, rencananya di tiap kelurahan, kecamatan atau RT itu adanya sistem biopori untuk mengurangi sampah organik," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love mengatakan bahwa ada sebanyak 14 unit alat pemilah sampah yang nantinya disebar ke TPS3R yang ada.

"Alat-alat sudah datang, jadi di tiap TPS3R akan kita tempatkan agar pemilahan sampahnya bisa lebih intens lagi," ucap Alive.

Lebih lanjut, Alive menjelaskan bahwa penanganan sampah di Kota Banjarmasin saat ini untuk pemilahan dan pengolahannya sudah mencapai 16,7 persen. 

Menurutnya angka itu masih jauh dari target yang ditetapkan Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) yakni 50 persen.

"Meski masih 16,7 persen tapi angka itu termasuk tertinggi di Kalsel untuk pemilahan sampah," ujarnya.

Ia optimis dengan adanya alat-alat pemilahan yang ditempatkan TPS3R tadi. Pengolahan sampah di Kota Banjarmasin bisa berhasil mengejar target yang ditetapkan KLH.

"Walaupun alat masih semi manual. Insya Allah bisa maksimal pengolahan sampah karena saat ini dua unit saja kita punya itu sudah mampu mengelola sampah hingga 16,7 persen," bebernya.

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin sendiri lanjutnya, sudah komitmen untuk serius penanganan sampah ini dan rencananya tiap tahun akan ada penambahan alat untuk menunjang pengelolahan sampah.

Adapun jumlah TPS3R di Kota Banjarmasin saat ini sudah ada sebanyak 21 unit yang tersebar di lima kecamatan yang semua aktif beroperasi.

"Belum termasuk PDU (Pusat Daur Ulang) dan rumah pilah yang kita punya. Jadi totalnya tempat pengolahan sampah kita ada 23 termasuk TPS3R tadi," pungkasnya.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama