Trending

Sebagian Besar Sekolah di Banjarmasin Tergenang Banjir dan Terapkan PJJ, Bagaimana Program MBG?

SDN Sungai Lulut 6 Banjarmasin terendam banjir.

Banjarmasin - Sebagian besar sekolah di Kota Banjarmasin tergenang banjir rob cukup parah hingga terpaksa menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terhadap siswa.

Dalam kondisi darurat saat ini, pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah pun turut dipertanyakan. Sebab jika sebelumnya saat libur sekolah siswa bisa mengambil MBG di sekolah. 

Namun bagaimana saat banjir seperti ini, mengingat akses menuju sekolah pun dirasa sulit karena terendam banjir dan banyak rumah siswa yang ikut terdampak.

Mengenai hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Koordinator MBG di Kota Banjarmasin.

Dari Koordinator MBG sendiri saat ini tengah merapatkan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kota Seribu Sungai mengenai adanya penyesuaian Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan sistem PJJ.

"Sehingga kami ingin SOP SPPG juga bisa menyesuaikan mengenai distribusi MBG di tengah kondisi banjir saat ini," kata Ryan, Kamis (8/1/2026).

Terlebih, kondisi banjir ini masih belum bisa dipastikan akan berakhir sampai kapan sehingga perlu solusi dan langkah lain.

Menurut Ryan, mungkin saja penyesuaian pendistribusian MBG kurang lebih seperti saat libur sekolah dengan menggunakan makanan kering bergizi yang sifatnya lebih simple.

"Namun anak-anak juga tidak bisa mengambil ke sekolah. Jadi mungkin nanti dipilih tempat strategis di wilayah terdampak itu untuk distribusinya," ungkap Ryan.

Ia ingin program MBG ini tetap berjalan meski dalam situasi darurat seperti sekarang ini karena secara tidak langsung hal ini dapat membantu siswa-siswa yang terdampak banjir khususnya. Terutama yang saat ini terpaksa mengungsi.

Dengan maksud untuk memastikan peserta didik tetap mendapatkan makanan layak dan bergizi di tengah situasi banjir yang melanda saat ini.

"Ya harapannya MBG tetap bisa dibagikan karena ini dapat membantu meringankan masyarakat yang terdampak. Tinggal masalah alur pendistribusian saja, sehingga tidak merepotkan siswa yang terdampak banjir," terangnya.

Adapun sampai saat ini, data sekolah yang melaksanakan PJJ karena terdampak banjir sudah ada sekitar 60 sekolah. Di mana yang paling banyak berada di wilayah Kecamatan Banjarmasin Timur yang merupakan titik paling parah terdampak banjir rob saat ini.

Sebelumnya Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Neli Listriani menginginkan agar pelaksanaan MBG tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Namun memang dalam kondisi musibah banjir seperti saat ini harus ada penyesuaian dalam penyaluran MBG nantinya.

"Tentunya harus ada penyesuaian di lapangan seperti apa. Namun yang jelas harapannya MBG ini tetap disalurkan di sekolah terdampak karena setidaknya ini dapat membantu meringankan mereka yang terdampak," kata Neli.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama