Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin sidak pasar tradisional, Senin (1/12/2025).
Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional dan ritel modern pada Senin (1/12/2025). Terpantau sejumlah komoditi mengalami kenaikan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Jenis komoditi yang mengalami kenaikan saat ini seperti bawang merah dan cabai. Namun menurut Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin naiknya harga masih relatif aman.
Sebab, berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Terlebih, pada momentum hari besar akhir tahun ini mendekati Haul Muhammad Zaini Abdul Ghani Al-Banjari atau biasa dikenal Guru Sekumpul. Termasuk bulan Ramadhan hingga lebaran awal tahun 2026 mendatang.
"Sebelum adanya lonjakan harga, kita sudah antisipasi dengan melakukan kerja sama dengan sejumlah daerah pemasok," ungkap Yamin usai sidak.
Contohnya, pemenuhan komoditi telur yang bekerja sama dengan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Sidrap. Sementara komoditi bawang merah dari Kabupaten Brebes dan Kabupaten Enrekang.
"Bawang merah ini pasokannya Kabupaten Enrekang sama Bima. Cuman kerja sama baru di Enrekang. Sama halnya cabai pasokan dari Kabupaten Enrekang, harapnnya upaya ini bisa menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Banjarmasin," tuturnya.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin sidak di ritel modern jelang Nataru, Senin (1/12/2025).
Sementara itu, Kepala Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Baiman Kota Banjarmasin, Muhammad Abdan Syakura mengungkapkan beberapa daerah pemasok kebutuhan pokok khususnya bawang merah memang ada yang belum masuk masa panen. Contohnya seperti Kabupaten Bima.
"Baru Enrekang yang panen. Insya Allah kalau sudah panen di daerah pemasok lain, tentu dapat menyeimbangkan pemenuhan pokok kita untuk menjaga kestabilan harga," ucap Abdan.
Abdan membeberkan dalam waktu dekat bawang merah dari Kabupaten Enrekang akan datang untuk memenuhi kebutuhan komiditi tersebut di Kota Seribu Sungai.
"Sebenarnya bawang merah ini lebih murah di Bima. Namun saat ini belum panen, jadi kita penuhi dari daerah pemasok yang sudah kita jalin kerja sama," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kalimantan Selatan (Kalsel) sendiri terutama Kota Banjarmasin, bukan daerah penghasil bawang merah. Sehingga sepenuhnya, kebutuhannya bergantung pada daerah penghasil di luar Kalimantan.
Adapun saat ini harga bawang merah sendiri relatif karena tergantung jenisnya. Kalau jenis super harganya dikisaran Rp. 40 ribu hingga Rp. 42 ribu per kilogramnya.
"Sebelumnya harga bawang sempat turun. amun naik sampai di kisaran Rp. 5 ribu untuk yang jenis super tapi untuk harga masih relatif aman," terangnya.
Sementara untuk jenis komoditi lain seperti telur ayam, minyak goreng saat ini harganya relatif aman di pasaran.
"Cuman memang minyak subsidi mereka kita sedikit langka di pasaran. Tapi untuk jenis lain banyak promo terutama di rintel modern," ujarnya.
Ia juga memastikan berbagai upaya yang dilakukan, ketersediaan bahan pokok untuk memenuhi permintaan masyarakat kota dapat terpenuhi selama perayaan hari besar dalam waktu dekat ini.
(Hamdiah)