Kepala Disdik Kota Banjarmasin,
Ryan Utama
Banjarmasin - Rencana perbaikan total terhadap sekolah SMP dan SD di tiap kecamatan pada tahun 2026 mendatang. Nampaknya belum bisa direalisasikan sepenuhnya.
Adanya penyesuaian anggaran yang menyebabkan wacana tersebut akan dilakukan bertahap tidak sesuai dengan target sebelumnya.
"Targetnya 10 sekolah yang tiap kecamatan itu satu SD dan satu SMP. Namun rencana itu berubah menjadi dua sekolah saja dulu. Tapi kita masih melihat hasil evaluasi APBD yang ada dan menyesuaikan lagi," ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama, Sabtu (13/12/2025).
Ryan mengungkapkan sementara ini perbaikan total terhadap dua sekolah nanti dianggarkan sebesar Rp. 10 miliar.
Namun dilihat lagi nanti perencanannya seperti apa. Mengingat rehabilitasi total ini sekaligus pengabungan atau regrouping terhadap beberapa sekolah-sekolah lainnya di sekitar sekolah yang menjadi target perbaikan.
Regrouping sekolah sendiri berdasarkan pertimbangan dan solusi untuk sekolah yang kekurangan murid pada saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Selain itu, ini juga jadi langkah untuk menghilangkan deskirminasi terhadap sekolah yang kurang favorit.
"Ini juga memecah konsentrasi yang selama ini sekolah favorit selalu menjadi tujuan utama. Makanya kita tingkatkan insfratruktur sekolah lainnya. Namun kita optimalkan melalui regrouping ini," jelas Ryan.
Adapun salah satu target perbaikan total ini akan dilakukan terhadap SDN Pengambangan 8 Banjarmasin.
Pemilihan SDN Pengambangan 8 Banjarmasin sendiri dinilai memiliki lahan yang cukup luas untuk nantinya dilakukan regrouping dari sekolah sekitarnya yakni SDN Pengambangan 9 dan SDN Pengambangan 10 Banjarmasin.
"SDN Pengambangan 9 itu karena lahannya milik TNI dan terdampak terhadap progres program NUFReP yang akan datang," ujarnya.
"Sedangkan SDN 10 Pengambangan karena memang kondisinya sudah rusak parah. Kemudian muridnya sedikit dan lokasinya dekat SDN Pengambangan 8 makanya kita gabung kesana. Jadi tiga 3 sekolah akan di regrouping," tuturnya.
Tentunya rencana regrouping ini akan disosialisasikan terlebih dahulu kepada orang tua siswa dengan harapan upaya ini dukung penuh.
Sementara untuk perbaikan sekolah lainnya, ia memastikan sekolah rusak yang sifatnya lokal atau ringan tetap dilakukan.
Namun untuk perbaikan kali ini, secara desain sekolah-sekolah harus menyambung satu sama lainnya tanpa ada perbedaan lagi.
"Saling terhubung di desain. Jadi tidak ada lagi desain-desain berbeda antara sekolah satu dengan lainnya," tutupnya.
(Hamdiah)