Trending

Disperdagin Banjarmasin Klarifikasi Isu Viralnya Ratusan Juta Per Paketnya Anggaran Perjalanan Dinas

 Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, 
Ichrome Muftezar

Banjarmasin - Viralnya informasi di media sosial terkait besarnya anggaran perjalanan dinas menimbulkan beragam tanggapan. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, memberikan penjelasan untuk meluruskan kesalahpahaman publik.

Tezar menegaskan bahwa informasi yang tersebar di media sosial tidak sepenuhnya akurat. Menurutnya, anggaran perjalanan dinas senilai hampir Rp. 700 juta yang tercantum di laman Inaproc adalah akumulasi penggunaan selama tahun 2025. Bukan jumlah untuk satu paket kegiatan seperti yang banyak disalahartikan.

“Tidak seperti yang diberitakan di media sosial. Angka yang ditampilkan itu adalah total perjalanan dinas selama satu tahun, bukan satu paket kegiatan yang kemudian dikalikan menjadi belasan miliar,” tegas Tezar, Senin (22/12/2025).

Tezar menambahkan bahwa anggaran perjalanan dinas dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan strategis yang mendukung kepentingan Pemerintah Kota Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin. 

Diantaranya, menghadiri acara-acara resmi di luar daerah seperti saat menerima TPID Award ataupun penghargaan Daerah Tertib Ukur dari Menteri Perdagangan.

Selain itu, sebagian anggaran juga digunakan untuk mendukung penandatanganan kerja sama antar daerah. Salah satunya adalah kolaborasi terbaru dengan Kabupaten Enrekang, serta kerja sama yang direncanakan dengan Kota Blitar pada tanggal 22 Desember mendatang.

"Ke depan, kita juga dijadwalkan melakukan kerja sama dengan Kota Blitar pada 22 Desember," ujarnya.

Di samping itu, ia mengungkapkan bahwa porsi terbesar dari anggaran perjalanan dinas dimanfaatkan untuk promosi produk unggulan daerah. Melalui kegiatan ini, Disperdagin melibatkan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) Banjarmasin dalam berbagai pameran nasional di kota-kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Bali.

Langkah ini dilakukan untuk memperkenalkan produk IKM ke pasar yang lebih luas sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para pelaku usaha lokal.

"Di situ kita membawa langsung IKM kita agar produknya bisa dikenal lebih luas. Jadi manfaatnya langsung dirasakan oleh pelaku usaha daerah,” kata dia.

Ia juga menegaskan bahwa penggunaan anggaran perjalanan dinas dilakukan secara efisien, efektif, dan sesuai aturan yang berlaku. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih teliti dalam memahami data anggaran yang tercantum di platform pengadaan pemerintah agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Yang penting dipahami, angka di Inaproc itu adalah total keseluruhan perjalanan dinas selama 2025, bukan per kegiatan,” pungkasnya


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama