Anak-anak bermain air saat banjir rob melanda kawasan Jalan Prona I dan II.
Banjarmasin - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin imbau masyarakat waspadai sejumlah penyakit saat banjir rob terjadi saat ini.
Pasalnya, genangan air yang tercemar turut meningkatkan risiko penyebaran berbagai penyakit yang cukup beresiko terhadap kesehatan seperti kutu air, penyakit kulit dan lainnya.
"Banjir rob ini dari sumbernya dari mana saja, dari air bawah rumah. Bahkan yang sudah tercemar sampah dan tentu beresiko terhadap berbagai penyakit," ungkap Plt Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Muhammad Ramadhan, Rabu (10/12/2025).
Selain itu, resiko penyakit kencing tikus atau Leptospirosis juga perlu diwaspadai masyarakat saat banjir melanda saat ini.
Terlebih, resiko penyakit ini cukup membahayakan karena bisa menyebabkan gejala serius hingga kematian apabila lamban ditangani.
"Salah satu penyakit yang harus jadi perhatian masyarakat saat ini," kata Madan.
Tidak hanya itu, di musim penghujan sekarang ini. Potensi penyakit lainnya seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) perlu diwaspadai hingga harus diantisipasi .
"Kami imbau masyarakat bisa antisipasi dengan membersihkan lingkungannya. Apalagi saat banjir rob ini karena bisa berdampak pada kesehatan masyarakat," tuturnya.
Tentunya, di musim penghujan bahkan dengan intensitas cukup tinggi saat ini. Masyarakat juga diimbau untuk selalu menjaga daya tahan tubuh dengan perbanyak minum vitamin dan istirahat yang secukupnya.
Kemudian setelah melewati genangan air banjir, jangan lupa untuk segera dibilas dengan air bersih agar bakteri penyakit tidak menyebar dengan cepat.
"Dibilas segera agar selalu higenies dan disarankan kalau banjir kenakan sepatu bot sebagai langkah antisipasi," ujarnya.
Adapun dalam menghadapi ini, Dinkes Kota Banjarmasin sudah menginstruksikan kepada seluruh Puskesmas di Kota Seribu Sungai untuk selalu bersiaga dalam menangani pasien dengan sejumlah resiko penyakit tadi.
"Apabila ada menunjukkan gejala dari penyakit tadi, bisa langsung di bawa ke puskesmas untuk bisa ditangani sedini mungkin," pungkasnya.
(Hamdiah)