Trending

Progres Pembangunan Rumah Maggot Sudah Capai 75 Persen, Target Akhir Tahun Rampung

Kepala DLH Kota Banjarmasin,
Alive Yoesfah Love

Banjarmasin - Progres pembangunan rumah maggot di Kota Banjarmasin saat ini sudah mencapai 75 persen dan ditargetkan rampung di tahun ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love mengatakan bantuan dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) saat ini tinggal pemasangan listrik beserta sambungan yang lainnya.

"Kami berharap tahun ini sudah bisa selesai," kata Alive, Jumat (28/11/2025).

Alive menuturkan rumah maggot ini dibangun dengan dua lantai dan tentunya lengkapi dengan peralatan budidaya maggot.

Adapun dalam pengelolaan rumah maggot ini, pihaknya akan bekerja sama dengan pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) guna menyuplai sisa-sisa sampah makanan untuk maggot.

Tidak hanya pelaku Horeka pihaknya juga akan merangkul Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang ada di Kota Seribu Sungai.

"Di Banjarmasin ada sekitar 33 SPPG MBG, mudah-mudahan bisa kerja sama untuk kita ambil sisa makanannya untuk rumah maggot ini," tutur Alive.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa percobaan operasional pertama nanti, pengelolaan sampah organik di rumah manggot ini dilakukan sedikit demi sedikit. Sembari melihat perkembangan dari jumlah maggot yang dibudidayakan disana nanti.

Namun menurutnya jika melihat kapasitas bangunan rumah maggot yang sedang dibangun di kawasan pergudangan 88 tepatnya di Jalan Gubernur Suebarjo, Kelurahan Basirih, Kecamatan Banjarmasin. Tentu dengan luasan 200 meter persegi, maka paling tidak bisa menuntaskan permasalah sampah domestik sekitar 25 persen.

"Rumah maggot ini akan beroperasional setiap hari. Seiring dengan adanya rumah maggot ini. Maka dari jumlah sampah domestik yang dihasilkan sebanyak 52 persen setiap harinya. Paling tidak 25 persen itu kita sudah bisa mengatasi sampah domestik kita," jelasnya.

Tidak hanya sebagai salah satu upaya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dalam mengurangi hasil produksi sampai setiap harinya. 

DLH Kota Banjarmasin juga tertarik rumah maggot ini bisa kembangkan budidaya maggot untuk pangan ternak, pelet hingga lainnya yang akhirnya bisa diperjualbelikan.

"Pertama kita memang arahnya untuk mengurai sampah sisa makanan. Tapi kalau bisa dikembangkan, ya nanti bisa kita budidayakan untuk dijadikan pangan ternak, pelet dan lainnya," pungkasnya.


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama