Trending

Pemko Banjarmasin Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin bersama Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdakota Banjarmasin, Siane Apriliawati pantau kebutuhan pokok beberapa waktu lalu.

Banjarmasin - Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap kenaikan inflasi yang terjadi di Kota Banjarmasin pada bulan Oktober lalu.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setdako Banjarmasin, Siane Apriliawati, menjelaskan bahwa inflasi di Kota Seribu Sungai pada Oktober mencapai angka 3,29%, mendekati batas atas target nasional sebesar 3,5%. 

Menurutnya, sejumlah komoditas memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan inflasi tersebut.

Siane menggarisbawahi bahwa emas perhiasan menjadi penyebab utama dengan kontribusi sebesar 0,50%, disusul oleh beberapa bahan pokok seperti telur ayam ras yang turut memberi andil dalam peningkatan inflasi di daerah tersebut.

Pemko Banjarmasin telah mengambil langkah untuk memastikan ketersediaan bahan pokok sesuai kebutuhan masyarakat. 

“Kami terus melakukan kegiatan mendatangkan komoditas, melalui PERUMDA pasar BUMD yang dimiliki oleh pemerintah kota banjarmasin,” ujarnya.

Selain itu, monitoring harga komoditas di pasar dilakukan secara rutin oleh SKPD terkait. Pemantauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kenaikan harga agar bisa segera ditindaklanjuti demi menjaga kestabilan pasokan. 

Siane menyampaikan Pemko Banjarmasin bersama SKPD terkait rutin melakukan inspeksi ke pasar untuk memantau pergerakan harga komoditas. Langkah ini dilakukan agar potensi kenaikan harga dapat segera diantisipasi dan stabilitas pasokan tetap terjaga.

“Kalau pemantauan harga itu dilakukan oleh dinas Perdagangan dan Pedistribusian secara reguler di beberapa lokasi pasar. Sama Dinas Ketahanan Pangan juga melakukan pemantauan. Dan itu juga dilaporkan ke Kementrian Perdagangan. Untuk TPD nya sendiri langsung dipimpin oleh Kepala Daerah itu memang pada saat-saat tertentu saja, tidak setiap hari,” jelasnya.

Masyarakat diimbau untuk berperan aktif dalam mengendalikan inflasi. Ia juga menekankan masyarakat tidak melakukan beli barang secara berlebihan, harus sesuai kebutuhan saja.

“Kepada masyarakat, jangan melakukan aksi buruk, berbelanjalah dengan bijak, sesuai dengan kebutuhan, dan jangan menimbun barang. Yang ada, nanti akan menjadi pemborosan, mubazir, dan juga terbuang,” katanya


(Hamdiah)
Lebih baru Lebih lama