Trending

Pertamina Bagikan 80 Pohon Cabai, Tekan Inflasi Banjarmasin dari Rumah Tangga


babuncu4news.com, BANJARMASIN - Ada 80 lebih pohon cabai yang dibagikan PT. Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Banjarmasin pada ibu-ibu di Kelurahan Kuin Cerucuk, Jumat (07/03/2025).

Diketahui, pembagian tanaman cabai ini merupakan salah satu program untuk penguatan ketahanan pangan dan upaya menekan inflasi di Banjarmasin.

"Seperti kita tahun salah satu faktor penyumbang angka inflasi itu adalah cabai yang harganya saat ini sudah mencapai Rp. 120 ribu per kilogram. Jadi kita menekan inflasi dari tingkat paling dasar yakni rumah tangga dulu ," ujar Community Developmet Officer PT. Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Banjarmasin, Adi Lukman Arifin, disela kegiatan.

Dalam hal ini, pihaknya memberdayakan ibu-ibu kader posyandu dan Dasawisma di Kelurahan Kuin Cerucuk yang nantinya diharapkan bisa merawat dan memanen tanaman cabainya sendiri yang telah diberikan.

Apalagi di bulan ramadhan seperti ini, tentunya menjadi momentum yang pas bagi ibu-ibu untuk memulai budidaya cabai di rumah masing-masing.

Dirinya pun memastikan program ketahanan pangan dan upaya menekan inflasi ini akan terus berkelanjutan dengan melakukan evaluasi terukur.

"Nanti kita lihat yang sudah berhasil budidaya cabai akan kita support dengan tanaman lain. Entah nanti tanaman sayuran yang lain, contohnya seperti tomat. Intinya tanaman yang kami bagi bukan yang sekali panen tapi kontinyu," terangnya.

Tak hanya itu, program ini juga diintegrasikan dengan program darurat sampah yang mana sampah rumah tangga organik bisa dijadikan pupuk untuk tanaman yang telah diberikan.

"Semoga program ini bisa berjalan sebaik-baiknya," akhirnya.

Sementara itu, Lurah Kuin Cerucuk, Haris Fadilah sangat mengapresiasi kegiatan dari program milik PT. Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Banjarmasin yang telah memberdayakan para ibu kader posyandu dan dasawisma untuk ketahanan pangan dan menekan angka inflasi yang dimulai dengan menanam pohon cabai sendiri di rumah.

Apalagi, kondisi darurat sampah di Kota Banjarmasin saat ini. Tentu diharapkan bisa memanfaatkan sampah organik rumah tangga untuk pupuk tanaman cabai yang mereka rawat.

"Selain membiasakan mereka menanam sendiri di rumah. Tentunya ini juga salah satu upaya dalam mengurangi sampah organik dengan membuat pupuk sendiri untuk tanaman cabai yang dibagikan tadi," tuntasnya. 

(AS)
Lebih baru Lebih lama