Trending

Banjir Melanda Jabodetabek pada Maret 2025, Penyebab, Dampak, dan Upaya Penanggulangan


Babuncu4news.com, Pada awal Maret 2025, wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mengalami banjir parah akibat hujan deras yang berlangsung selama beberapa hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca ekstrem ini akan berlanjut hingga 11 Maret 2025, dengan puncak intensitas hujan diperkirakan terjadi pada 10-11 Maret. 

Penyebab Banjir

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa banjir kali ini disebabkan oleh beberapa faktor atmosfer, termasuk fenomena gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial dan gelombang Kelvin, serta adanya area bertekanan rendah dan pertemuan angin dari berbagai arah. Kondisi ini berbeda dengan banjir tahun 2020 yang dipicu oleh Madden-Julian Oscillation (MJO) dan seruakan udara dingin dari dataran tinggi Asia. 

Dampak Banjir

Banjir yang melanda Jabodetabek menyebabkan sejumlah wilayah tergenang air. Di Kota Bekasi, delapan kecamatan terdampak banjir, menyebabkan aktivitas pemerintahan setempat lumpuh sementara. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa sejak malam sebelumnya, warga telah dievakuasi, dan pihaknya masih mendata jumlah korban serta melakukan evaluasi. 

Di Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan 59 rukun tetangga (RT) dan 4 ruas jalan tergenang banjir per 4 Maret 2025 pukul 07.00 WIB. Genangan ini disebabkan oleh hujan yang melanda Bogor pada 2 Maret dan hujan di Jakarta pada 3 Maret, yang menyebabkan kenaikan tinggi muka air di sejumlah pintu air. 

Upaya Penanggulangan

Untuk mengurangi dampak banjir, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 8 Maret 2025. Operasi ini bertujuan untuk mengurangi intensitas curah hujan di wilayah Jabodetabek dengan menaburkan garam NaCl ke kumpulan awan. Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, berharap dengan adanya OMC, hujan dapat dikurangi dalam beberapa hari ke depan. 

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem. 


Dengan upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak banjir dapat diminimalisir, dan keselamatan warga tetap terjaga selama periode cuaca ekstrem ini.


Lebih baru Lebih lama