Babuncu4news.com, BANJARMASIN – Empat siswa SMP Negeri 1 Banjarmasin kembali bersiap mengharumkan nama Kota Banjarmasin melalui inovasi di bidang pertanian berkelanjutan. Kali ini, mereka akan membawa karya terbaru bertajuk AMEEX GROW dalam ajang internasional World Agriculture, Strategic Studies & Innovation Science Competition (WASSIC) yang digelar di SMA Taruna Nusantara, Malang.
Keempat siswa yang akan mewakili Kota Banjarmasin tersebut adalah Sanaz Aisya Janeeta, Intan Permata Hati, Ahmad Dhawy Adrian, dan Ahmad Dhafin Ramadanis. Mereka dijadwalkan berangkat pada 22 Oktober 2026 untuk mengikuti kompetisi dengan penelitian berjudul “AMEEX Grow: Environmentally Friendly Organic Liquid Fertilizer from Eco Enzyme and Household Waste for Sustainable Agriculture”.
AMEEX GROW merupakan inovasi pupuk organik cair yang memanfaatkan eco-enzyme atau ekoenzim dan sampah rumah tangga organik. Inovasi ini dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.
Melalui penelitian tersebut, para siswa berupaya menghadirkan solusi pertanian yang lebih mandiri dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Pupuk hasil inovasi mereka juga telah diuji coba pada tanaman terong. Berdasarkan pengamatan selama uji coba, tanaman menunjukkan pertumbuhan yang baik, dengan buah terong yang tumbuh lebih cepat dan lebih banyak.
Tak hanya memburu prestasi di tingkat internasional, keikutsertaan dalam WASSIC 2026 juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan keempat siswa tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan, dua tim terbaik dalam kompetisi ini akan dipilih untuk mendapatkan Golden Ticket masuk ke SMA Taruna Nusantara, Malang.
Peluang tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para siswa untuk memberikan hasil terbaik melalui penelitian yang telah mereka kembangkan. Bagi keempat siswa dan keluarga, kesempatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi langkah penting untuk meraih cita-cita melanjutkan pendidikan di salah satu sekolah unggulan di Indonesia.
“Bismillah, mohon doa dan dukungannya. Semoga keempat anak-anak ini bisa diterima dan bersekolah di SMA Taruna Nusantara,” demikian harapan yang disampaikan pihak keluarga agar perjuangan dan penelitian mereka membuahkan hasil terbaik.
Prestasi ini menambah deretan pencapaian keempat siswa SMPN 1 Banjarmasin di bidang inovasi dan penelitian. Sebelumnya, mereka berhasil meraih medali emas dalam ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) di Bogor pada Januari 2026 melalui penelitian berjudul “CasCus Bio Enzyme: Environmentally Friendly Aromatic Detergent from Hibiscus Leaves (Hibiscus rosa-sinensis) and Cananga Flower (Cananga odorata)”.
Mereka kembali meraih medali emas dalam ajang Youth International Science Fair (YISF) di Yogyakarta pada Juni 2026 melalui penelitian berjudul “Alcazyme: Environmentally Friendly Aromatic Detergent from Aloe vera (Aloe vera), Cananga Flowers (Cananga odorata) and Eco Enzyme”.
Berbekal pengalaman dan prestasi tersebut, keempat siswa kini kembali bersiap menghadapi kompetisi internasional dengan mengusung inovasi yang berfokus pada pemanfaatan limbah organik untuk mendukung sektor pertanian.
Efi Pudji Rahayu, salah satu orang tua siswa yang mewakili orang tua peserta, mengungkapkan harapannya agar inovasi AMEEX GROW kembali meraih prestasi terbaik dalam kompetisi mendatang.
“Harapannya, mudah-mudahan inovasi anak-anak ini bisa kembali mendapatkan gold medal dan golden ticket,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Kamis (15/10/2026).
Ia menyampaikan, keempat orang tua siswa merasa bersyukur dapat mendampingi proses penelitian anak-anak mereka, mulai dari pembuatan pupuk organik hingga melakukan uji coba langsung pada tanaman terong.
Menurutnya, melihat hasil uji coba yang menunjukkan pertumbuhan tanaman dan hasil buah yang menjanjikan menjadi pengalaman berharga sekaligus menambah semangat untuk terus mendukung pengembangan inovasi tersebut.
“Semoga hasil penemuan pupuk mereka ini bisa mendatangkan nilai ekonomi dan membawa kebaikan untuk kehidupan yang lebih baik,” ungkap perwakilan orang tua siswa tersebut.
Ia menambahkan, dukungan orang tua diberikan melalui penyediaan waktu, tenaga, anggaran untuk memenuhi kebutuhan penelitian, serta doa agar anak-anak dapat menjalani kompetisi dengan lancar.
“Kami sebagai orang tua tentu terus mendukung proses penelitian mereka. Kami berharap anak-anak selalu diberikan kelancaran dan keberuntungan, serta inovasi yang dihasilkan bisa bermanfaat bagi masyarakat, kemajuan, dan peradaban bangsa,” tuturnya.
Keikutsertaan dalam WASSIC 2026 diharapkan tidak hanya menambah prestasi para siswa, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong generasi muda untuk terus berinovasi, memanfaatkan potensi lingkungan, dan menghadirkan solusi bagi tantangan pertanian berkelanjutan.
Melalui AMEEX GROW, keempat siswa SMPN 1 Banjarmasin membuktikan bahwa ide kreatif yang berangkat dari persoalan sehari-hari, seperti sampah rumah tangga, dapat dikembangkan menjadi inovasi yang berpotensi memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Kini, dengan semangat, kerja keras, dukungan keluarga, serta doa masyarakat, keempat siswa tersebut bersiap memberikan yang terbaik. Harapan besar pun menyertai langkah mereka, semoga inovasi AMEEX GROW meraih prestasi membanggakan dan keempatnya memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di SMA Taruna Nusantara, Malang.