Trending

Musim Kemarau Dan Ancaman Air Asin: PAM Bandarmasih Siapkan Solusi Cepat

Banjarmasin - Masuknya musim kemarau mulai memicu intrusi air laut ke sumber air baku di Banjarmasin. Saat ini, kadar garam air baku saat pasang berada di angka 15 mg/liter, masih sangat aman karena batas maksimal dari Permenkes adalah 250 mg/liter.

Meskipun kondisi air keran saat ini masih normal, PAM Bandarmasih tidak tinggal diam dan telah menyiapkan langkah taktis berikut.

Untuk menjamin air yang mengalir ke rumah warga tetap tawar dan lancar, pihaknya melakikan pembersihan Intake aecara berkala.

"Petugas rutin menguras mulut pompa di Intake Sungai Tabuk dan Sungai Bilu pada dini hari (pukul 01.00 WITA saat air surut) agar pengambilan air bebas hambatan teknis," ungkap Dirut PAM Bandarmasih, Zulbadi dilonfirmasi Jumat (17/07/2026).

Tak hanya itu, skema pencampuran air (Water Mixing) juga dilakukan, karena menurutnya saat ini instalasi dirancang untuk mengolah air tawar (bukan menyuling air asin).

"PAM siap mencampur air dari IPA 1 dan IPA 2 jika kadar garam mulai melonjak. Langkah ini menjaga air yang didistribusikan tetap tawar dan layak konsumsi," jelasnya.

Disisi lain, pihaknya juga melakukan pengaturan pintu air Bakula. PAM intens berkoordinasi dengan BWS Kalimantan II untuk mengatur pintu air secara adil, sehingga kebutuhan air tawar untuk warga, petani, dan petambak tetap terpenuhi.

Situasi ini sangat bergantung pada cuaca. Jika hujan tidak kunjung turun, potensi intrusi air asin akan meningkat. Warga Banjarmasin diimbau melakukan dua langkah antisipasi seperti menggunakan air dengan bijak dan menyediakam penampungan mandiri.

"Batasi penggunaan air bersih hanya untuk kebutuhan yang mendesak. Mulai isi tandon, tajau, atau ember besar di rumah sebagai cadangan jika sewaktu-waktu terjadi kendala distribusi," pesanya.


Penulis : AS
Lebih baru Lebih lama